Kabar Penculikan Anak di Surabaya Dipastikan Hoaks

- Publisher

Kamis, 2 Februari 2023 - 22:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kabar hoaks terkait penculikan anak (pixabay)

i

Ilustrasi kabar hoaks terkait penculikan anak (pixabay)


Bicarasurabaya.com – Akhir-akhir ini muncul fenomena terkait dengan kabar tentang penculikan anak. Di Kota Surabaya, Jawa Timur sendiri, kabar tentang penculikan anak sekolah diketahui tak hanya beredar melalui media sosial tapi juga grub WhatsApp.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan bahwa kabar yang beredar terkait penculikan anak di Kota Pahlawan adalah hoaks. Sebelumnya, ia mengaku telah melakukan pengecekan langsung ke pihak sekolah terkait kabar tersebut.

“Pak Kapolda juga sudah menyampaikan bahwa isu itu di Jatim adalah hoaks. Kemarin memang ada (kabar penculikan) anak di sekolah, tak cek nggak (tidak) ada,” kata Wali Kota Eri Cahyadi di Balai Kota Surabaya, Kamis (2/2/2023).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut dia, kabar tentang penculikan anak sama halnya dengan isu mengenai gerombolan motor membawa senjata tajam yang diunggah ulang. Meski tak diketahui pasti kapan itu dibuat, namun video atau foto yang beredar di medsos atau grub whatsApp, dipastikan sudah lama.

Baca Juga:  9.299 Warga Kota Pahlawan Ikrar Jogo Suroboyo

“Ini sama dengan gerombolan motor, sudah tidak ada, dibilang ada, video lama diputar. Akhirnya Pak Kapolres turun (mengecek) yang membuat video siapa, video tahun berapa, kan tahu semua. Sama seperti Pak Kapolda kemarin menyampaikan bahwa terkait ini (penculikan anak) adalah hoaks di Jawa Timur,” kata dia.

Oleh sebabnya, Wali Kota Eri Cahyadi mengimbau kepada masyarakat, khususnya orang tua agar tetap tenang ketika mendapatkan kabar tentang penculikan anak. Meski kabar itu dipastikan hoaks, ia juga meminta masyarakat agar waspada.

“Makanya bapak ibu harus tenang hatinya. Kedua, tidak boleh jumawa, pastikan anaknya yang menjemput (sekolah) siapa,” pesan Cak Eri, panggilan akrab Wali Kota Surabaya.

Bagi Cak Eri, selain dari pihak sekolah, peran para orang tua dalam menjaga sang buah hati juga penting. Seperti di antaranya ketika anak SD pulang sekolah, maka harus dipastikan siapa yang akan menjemput. Apakah itu dari orang tua, pihak keluarga atau orang yang dapat dipercaya.

Baca Juga:  POTAS Camp 2022 Usung Tema Menyatu dengan Alam

“Kalau (anak) pulang sekolah jangan dilepas begitu saja. Kalau orang tuanya bekerja, pasti ada orang yang dipercaya untuk menjemput, (misal) becak yang menjadi langganan, mungkin begitu, atau siapa itu. Ayo jaga bersama-sama,” tuturnya.

Cak Eri menyatakan, sebelumnya Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya telah mengimbau para orang tua agar dapat memastikan siapa yang menjemput anaknya. Meski begitu, tidak semua orang tua sanggup menjemput anaknya dikarenakan bekerja.

“Di sekolah sudah mengatakan, tapi tidak semua orang tua bisa menjemput karena bekerja. Makanya ketika dia (orang tua) bekerja, siapa yang menjemput anaknya. Pamannya, ataukah tukang becak yang dipercaya,” jelasnya.

Selain itu, Cak Eri juga telah meminta Dispendik Surabaya agar ketika siswa belum dijemput orang tua, supaya dibiarkan dahulu di dalam kelas. Khususnya bagi para siswa yang masih berada di jenjang Sekolah Dasar (SD).

Baca Juga:  Kasus Covid-19 Menurun, Kini Surabaya Berstatus Zona Kuning

“Kemarin sudah saya sampaikan ke Dispendik, bisa tidak kalau kelasnya cukup, waktunya pulang, biarkan di dalam kelas dulu. Nanti kalau sudah ada yang menjemput baru dipulangkan. Kelas berapa sampai kelas berapa, untuk yang kecil-kecil. Kalau yang besar-besar sudah lebih mengerti,” ungkap dia.

Cak Eri menilai, bahwa orang yang membuat atau menyebar kabar penculikan anak sekolah ini disinyalir ingin membuat kegaduhan di tengah masyarakat. Walaupun demikian, ia kembali memastikan jika kabar yang beredar adalah hoaks.

“Karena ada yang laporan di sekolah (penculikan anak) ini, tapi tak cek juga nggak (tidak) ada. Berarti ada hoaks itu, berarti (ada orang) yang senangnya membuat ketidaktenangan atau gaduh,” pungkasnya. (BS02)

Berita Terkait

Proyek Rumah Pompa Surabaya Capai 90%, Ditargetkan Rampung November
Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Mentan Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas
Harga Emas Antam Turun Setelah Naik Dua Hari, Ini Daftar Lengkapnya
Emil Dardak Jadi Lulusan Terbaik Profesi Insinyur ITB
Jadi Mandor Proyek di Ngawi, 2 WNA China Dideportasi
Jelang Lawan Persijap, Bernardo Tavares Pantau Kebugaran Pemain
Cuaca Surabaya Cerah Berawan, Suhu Tembus 34 Derajat
Dua Tokoh Pamekasan dan Jejak Perjuangan Persatuan Indonesia

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Proyek Rumah Pompa Surabaya Capai 90%, Ditargetkan Rampung November

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Mentan Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Harga Emas Antam Turun Setelah Naik Dua Hari, Ini Daftar Lengkapnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:03 WIB

Emil Dardak Jadi Lulusan Terbaik Profesi Insinyur ITB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Jadi Mandor Proyek di Ngawi, 2 WNA China Dideportasi

Berita Terbaru

Foto: Istimewa

Bicara Ekonomi

Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Mentan Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas

Kamis, 29 Okt 2026 - 12:36 WIB

Foto: Istimewa

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Turun Setelah Naik Dua Hari, Ini Daftar Lengkapnya

Kamis, 29 Okt 2026 - 10:40 WIB

Wagub Jatim Emil Dardak Jadi Lulusan Terbaik Program Insinyur ITB. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Emil Dardak Jadi Lulusan Terbaik Profesi Insinyur ITB

Kamis, 29 Okt 2026 - 09:03 WIB

(Foto: Ilustrasi/dok bs)

Bicara Jatim

Jadi Mandor Proyek di Ngawi, 2 WNA China Dideportasi

Kamis, 29 Okt 2026 - 08:41 WIB