9.299 Warga Kota Pahlawan Ikrar Jogo Suroboyo

- Publisher

Kamis, 4 September 2025 - 22:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deklarasi Jogo Suroboyo di Tugu Pahlawan Surabaya, Kamis (4/9/2025).

i

Deklarasi Jogo Suroboyo di Tugu Pahlawan Surabaya, Kamis (4/9/2025).


BicaraSurabaya.com – Sebanyak 9.299 warga Kota Surabaya berkumpul di Halaman Tugu Pahlawan untuk mengucapkan ikrar “Jogo Suroboyo, Jogo Indonesia” pada Kamis (4/9/2025).

Acara yang diinisiasi oleh berbagai elemen masyarakat ini merupakan respons terhadap tindakan anarkistis yang sempat mengganggu keamanan dan perekonomian kota.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menekankan bahwa ikrar ini bukan sekadar ucapan, melainkan komitmen nyata untuk menjaga keamanan, bergotong royong, dan hidup rukun. Ia menambahkan, warga Surabaya tidak boleh gentar menghadapi ancaman apapun, dan harus mempertahankan kota ini dari perbuatan anarkistis atau kerusuhan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Surabaya adalah kota pahlawan. Kota yang dipertahankan oleh pejuang dari penjajah. Maka, darahnya anak-anak Surabaya adalah darah pejuang,” ujar Eri Cahyadi.

Eri juga menegaskan bahwa Kota Surabaya adalah milik seluruh warganya, bukan hanya milik wali kota atau sekelompok orang tertentu. Oleh karena itu, semua elemen masyarakat harus bergerak bersama untuk menjaga keamanan kotanya.

Baca Juga:  POTAS Camp 2022 Usung Tema Menyatu dengan Alam

“Surabaya ini dipertahankan oleh darah-darah pejuang. Maka hari ini kita siapkan Surabaya ini untuk anak cucu kita, untuk adik-adik kita,” ujarnya.

Ia secara khusus mengapresiasi keberanian warga, khususnya warga Wonokromo dan Bubutan, yang secara swadaya menjaga keamanan di wilayah mereka saat terjadi kerusuhan.

“Saya matur nuwun untuk warga Wonokromo yang kemarin ketika terjadi anarkistis, mereka mempertahankan Wonokromo dengan perjuangan yang luar biasa. Warga Bubutan semua keluar memberikan hantaman untuk memberikan ketenangan kepada warga Kota Surabaya,” kata Eri.

Menurut Eri, kejadian yang sempat terjadi di kota ini merupakan pengingat agar warga Surabaya bergandengan melawan anarkistis dengan menghilangkan ego dan kesombongan.

Baca Juga:  Masuk Bursa Cagub Jatim 2024, Eri Cahyadi Pilih Fokus Kerja Layani Warga

“Mungkin Surabaya hari ini kita terlalu banyak ego, mungkin ada yang merasa sempurna, mungkin ada yang merasa paling hebat, tapi hari ini kita diingatkan Tuhan bahwa rasa-rasa itu harus dihilangkan. Tapi dimulai dari kerendahan hati kita,” terangnya.

Ikrar ini juga diharapkan dapat membangkitkan kembali perekonomian yang sempat terhenti akibat kerusuhan. Eri mengajak seluruh warga untuk tidak takut dan kembali beraktivitas normal, seperti membuka warung, warkop, dan usaha lainnya. “Ini waktunya kita bangkit, kita jaga kota tercinta kita ini,” serunya.

Acara ini diinisiasi oleh berbagai elemen masyarakat, antara lain Karang Taruna, Pemuda Pusura, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas, Pemuda Pancasila, Muhammadiyah, PCNU, Gojek dan Ketua Satgas Kampung Pancasila RW serta unsur masyarakat. Hal ini menunjukan bahwa semangat menjaga Surabaya dimiliki oleh seluruh lapisan warga.

Baca Juga:  Dari 1993 hingga Sekarang: Kisah Perjuangan Warga Kandangan Melawan Banjir

Pada kesempatan ini, Eri menitipkan Kota Surabaya kepada seluruh warganya. Ia mengingatkan bahwa perjuangan menjaga kota ini adalah untuk keberlangsungan anak cucu.

“Jangan pernah anak cucu kita merasakan ini kembali. Maka kita jaga kota ini sebagai orang yang beriman, sebagai orang tua untuk memberikan kasih sayang kepada anak-anaknya,” tegasnya.

Adapun ikrar yang diucapkan oleh warga Kota Surabaya adalah:

1. Menjaga Surabaya tetap aman dan rukun dalam kebersamaan.

2. Menguatkan kota Surabaya sebagai jati diri warga kota dan masa depan Surabaya.

3. Menyampaikan aspirasi dengan kritis dan tidak mudah terprovokasi.

4. Menolak segala dalam bentuk kekerasan dan anarkistis.

5. Bersatu dalam harmoni tanpa amarah dan bersama-sama tolong menolong antar warga. (*/BS02)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB