Bicarasurabaya.com – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meraih predikat lulusan terbaik Program Profesi Insinyur (PPI) Institut Teknologi Bandung (ITB) jalur reguler, Sub-Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK).
Penghargaan itu diterima Emil dalam Sidang Terbuka Pelantikan Lulusan Pendidikan Profesi Periode Oktober 2026 di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) ITB, Bandung, Rabu (28/10/2026).
Emil menjadi satu dari 866 lulusan pendidikan profesi yang dilantik pada periode tersebut. Rinciannya, 728 lulusan Program Profesi Insinyur, 115 lulusan Program Profesi Apoteker, dan 23 lulusan Program Profesi Arsitek.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Emil menilai, kompetensi perencanaan wilayah dan kota penting untuk menjawab tantangan pembangunan Jawa Timur, mulai dari konektivitas antarwilayah hingga pemerataan pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya berorientasi pada kebutuhan saat ini. Perencanaan juga harus memperhitungkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan, perkembangan wilayah, dan kesejahteraan masyarakat.
“Perencanaan pembangunan tidak cukup hanya melihat kebutuhan hari ini. Kita juga harus memperhitungkan bagaimana sebuah kebijakan berdampak terhadap perkembangan wilayah, konektivitas, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang,” ujar Emil.
Emil mengatakan, pembangunan Jawa Timur membutuhkan keterpaduan perencanaan wilayah, infrastruktur, dan pengembangan potensi ekonomi daerah. Koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota juga diperlukan agar pembangunan antardaerah berjalan selaras.
Ia menilai, setiap wilayah memiliki potensi dan tantangan berbeda. Karena itu, perencanaan harus mampu menghubungkan potensi tersebut agar manfaat pembangunan tidak hanya terkonsentrasi di kawasan tertentu.
Hal itu, menurut Emil, sejalan dengan arah pembangunan Jawa Timur dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
Selain memperkuat kompetensi, Emil menekankan pentingnya tanggung jawab dalam menerapkan ilmu yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Saat mewakili lulusan dalam sidang terbuka, ia mengingatkan bahwa keahlian harus disertai integritas dan pengabdian.
“Pendidikan profesi adalah proses pendewasaan, dari seseorang yang berilmu, menjadi seseorang yang bertanggung jawab atas penerapan ilmunya,” katanya.
Ia juga mengajak para lulusan terus mengembangkan kompetensi dan membangun kolaborasi lintas disiplin untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat.
Emil menyampaikan terima kasih kepada ITB, para dosen, dan pihak-pihak yang mendukung proses pendidikannya. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat memperkuat kontribusinya bagi pembangunan Jawa Timur.
“Semoga ilmu dan pengalaman yang saya peroleh dapat semakin memperkuat kontribusi bagi pembangunan Jawa Timur dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (BS/za)











