Bicarasurabaya.com – Geliat Pariwisata di Kota Surabaya kini mulai bangkit seiring berbagai tempat wisata mulai dibuka. Antusiasme para pengunjung pun terus meningkat di berbagai tempat wisata itu. Meski dibuka, tempat wisata itu tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, karena pandemi belum juga usai.
Satu persatu tempat wisata Surabaya dibuka setelah pandemi melandai. Pemerintah Kota (Pemkot) menggeber pemulihan ekonomi dan salah satunya dengan membangkitkan pariwisata. Kini, wisata Surabaya mulai menggeliat dan pengunjung pun terus meningkat. Alhasil, perekonomian Surabaya kini mulai pulih.
“Jadi, setelah pandemi landai dan Surabaya masuk PPKM level 1, Pemkot Surabaya melakukan berbagai upaya untuk memulihkan ekonomi, dan salah satunya melalui sektor pariwisata. Makanya, beberapa tempat wisata kami buka,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya Antiek Sugiharti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun beberapa tempat wisata yang sudah dibuka adalah Kebun Binatang Surabaya (KBS), Surabaya North Quay (SNQ), semua museum di Surabaya, dan juga delapan taman kota yang terdiri dari Taman Flora, Taman Sejarah, Taman Cahaya, Taman Harmoni, Taman Pelangi, Taman Kebun Bibit, Taman Prestasi, dan Taman Ekspresi.
Selain itu, semua Taman Hutan Raya (Tahura) dan Kebun Raya Mangrove (KRM) juga sudah dibuka, terdiri dari Tahura Pakal 1, Tahura Pakal 2, Tahura Anggrek Sememi, Tahura Sumur Welut 1, Tahura Sumur Welut 2, Tahura Lempung, Tahura Jeruk, Tahura Balas Klumprik, Tahura Sambikerep, KRM Wonorejo, KRM Gunung Anyar.
Bahkan, THP Kenjeran juga sudah dibuka dengan konsep dan wajah barunya. Termasuk pula “Tunjungan Romansa” yang memadukan wisata heritage dengan kawasan ekonominya. Perlahan, pengunjung tempat wisata itu terus meningkat seiring sosialisasi yang terus digencarkan.
“Alhamdulillah geliat wisata di Surabaya terus meningkat, dan insyallah itu juga berdampak pada sektor ekonomi, karena kita juga melibatkan banyak UMKM dalam membangkitkan wisata Surabaya ini,” kata dia.
Ke depan, Pemkot Surabaya juga mengandalkan sektor pariwisata dalam upaya memulihkan ekonomi setelah pandemi landai. Bahkan, berbagai inovasi dan terobosan sudah dirancang demi menyejahterakan warga Kota Surabaya. Berbagai inovasi itu tak hanya dalam tataran wacana, namun sudah tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2022.
Wali Kota Eri memastikan bahwa dalam rangka memulihkan ekonomi Surabaya, pemkot menganggarkan dana sebesar Rp 224,8 miliar dari APBD 2022 yang terbagi ke dalam beberapa dinas dan berbagai sektor, mulai dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, sektor usaha mikro, perdagangan, sektor tenaga kerja, dan sektor ketahanan pangan.
“Khusus di sektor pariwisata, pemkot akan terus mengembangkan kawasan wisata yang terintegrasi. Jadi, beberapa tempat wisata akan kita integrasikan,” tegasnya.
Adapun beberapa tempat wisata yang akan diintegrasikan adalah kawasan belanja Tunjungan dengan konsep pemberdayaan UMKM dan kampung wisata Ketandan Kebangsren dan Candi Rejo, integrasi THP Kenjeran-Sentra Ikan Bulak (SIB)-Jembatan Suroboyo, Wisata Air Kalimas sampai Dermaga Pethekan, Kampung Wisata Sontoh Laut, Wisata Religi Ampel, kawasan Wisata Kota Lama, kawasan Putat Jaya, dan juga Ekowisata Mangrove Gunung Anyar dan Medokan Sawah.
“Melalui cara ini, insyallah pariwisata di Kota Surabaya akan semakin bangkit dan semoga semakin menyejahterakan warga Kota Surabaya,” pungkasnya. (ADV)









