Bicarasurabaya.com – Pada 31 Maret 2022 lalu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meluncurkan program Dandan Omah, sebuah program padat karya yang bergerak di bidang perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) atau bedah rumah. Hingga akhir tahun 2022, program tersebut sudah membedah sebanyak 1.474 rumah, dan di tahun 2023 program ini ditargetkan bisa menyasar sebanyak 3.500 unit.
Pekerjaan Dandan Omah ini melibatkan Kelompok Teknis Perbaikan Rumah (KTPR) atau pekerja yang berasal dari warga sekitar. Setiap satu unit rumah yang dibedah dikerjakan oleh 4 orang pekerja dengan estimasi pekerjaan selama 20 hari. Sedangkan, untuk anggaran pada tiap unit rumah itu sebesar Rp 35 juta.
“Tahun 2022, program ini sudah menyasar 1.474 rumah, yang berasal dari APBD sebanyak 950 rumah, dan yang berasal dari CRS sebanyak 524 rumah. CSR itu ada yang dari Baznas 108 unit, PDAM 20 unit, YMI ITS 1 unit, BSPS 382 unit, Gereja Victoy 7 unit, Pengusaha Konstruksi 2 unit, Bank Mandiri 1 unit, Pelindo 1 unit, Alumni SMA 5 2 unit. Sungguh ini gotong royong yang sangat luar biasa,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Program Dandan Omah di Kota Surabaya ini berbeda dengan daerah lain di Indonesia. Pasalnya, program yang berbasis padat karya ini mampu menyerap sedikitnya 3.800 tenaga kerja yang berasal dari warga sekitar. Bahkan, program ini turut melibatkan 154 toko galangan di kelurahan masing-masing, sehingga perekonomian warga bisa berputar melalui program ini.
“Di Surabaya ini mengedepankan ekonomi kerakyatan. Maka uang itu dari Surabaya, berputar di Surabaya dan untuk orang Surabaya. Jadi, Surabaya dapat menjadi kota hebat apabila masyarakatnya sudah sejahtera,” pungkasnya. (Adv)





