Bicarasurabaya.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial (bansos) dan dukungan pemberdayaan senilai Rp9,87 miliar kepada masyarakat Kabupaten Magetan. Bantuan menyasar kelompok rentan hingga program penguatan ekonomi desa.
Bantuan tersebut diserahkan di Pendopo Surya Graha, Magetan, sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Khofifah mengatakan bantuan tidak boleh berhenti untuk memenuhi kebutuhan dasar. Pemanfaatannya harus mampu mendorong keluarga penerima menjadi lebih mandiri secara ekonomi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya berharap seluruh bantuan ini tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat manfaat. Lebih dari itu, saya ingin bantuan ini memberikan efek pengungkit bagi ketahanan ekonomi,” kata Khofifah dalam keterangannya, Rabu (7/10/2026).
Dari total Rp9,87 miliar, sekitar Rp4,63 miliar disalurkan melalui Dinas Sosial Jatim. Bantuan ini antara lain diberikan melalui Program Keluarga Harapan Plus (PKH Plus), bantuan kemiskinan ekstrem, BLT buruh pabrik rokok, serta bantuan sosial bagi penyandang disabilitas.
PKH Plus diberikan kepada 1.289 keluarga dengan nilai Rp2 juta per keluarga per tahun. Kemudian bantuan untuk kemiskinan ekstrem menyasar 717 penerima dengan nilai Rp1,5 juta per orang per tahun.
Ada pula BLT buruh pabrik rokok untuk 189 penerima, masing-masing Rp1 juta per tahun. Sementara bantuan sosial penyandang disabilitas diberikan kepada 138 penerima dengan nilai Rp3,6 juta per orang per tahun.
Kelompok sasaran bantuan tersebut terutama masyarakat pada desil 1 hingga 4 dengan kualifikasi tertentu. Di antaranya perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga, lansia kurang mampu, serta penyandang disabilitas berat.
“PKH Plus ini untuk lansia di atas 70 tahun yang kurang mampu. Ini merupakan bentuk intervensi khusus kepada lansia yang membutuhkan dukungan,” ujarnya.
Selain bansos, Pemprov Jatim memberikan dukungan kepada para pendamping sosial. Sebanyak 127 Pilar Sosial yang terdiri dari Pendamping Disabilitas, SDM PKH Plus, TKSK dan TAGANA mendapat BOP dan tali asih dengan total Rp286,6 juta.
Pemprov Jatim juga mendorong penerima bantuan memiliki aktivitas ekonomi produktif. BUMD Jatim menyalurkan zakat produktif kepada 100 penerima, masing-masing Rp500 ribu.
Sementara melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jatim, digelontorkan program pemberdayaan senilai Rp921,5 juta. Bantuan tersebut mencakup penguatan BUMDesa, Desa Berdaya dan Jatim Puspa.
Tambahan dukungan diberikan melalui Bantuan Keuangan (BK) Desa senilai Rp4,27 miliar untuk berbagai program pembangunan di sejumlah desa di Magetan.
Secara keseluruhan, Pemprov Jatim mengalokasikan Rp171,27 miliar untuk program bansos dan tali asih Pilar-Pilar Sosial sepanjang 2026.
Khofifah meminta seluruh bantuan dikawal agar manfaatnya tidak berhenti sebagai bantuan sesaat. Menurutnya, pendampingan menjadi bagian penting untuk memastikan masyarakat mampu berkembang dan semakin mandiri.
“Panjenengan semua adalah garda terdepan dalam memastikan program perlindungan sosial berjalan efektif dan tepat sasaran,” katanya kepada para Pilar Sosial.
Khofifah menegaskan bantuan sosial dan pemberdayaan merupakan bagian dari implementasi Nawa Bhakti Satya, khususnya Jatim Sejahtera. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat perlindungan sosial sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk tumbuh, produktif dan mandiri.
“Program ini menjadi salah satu ikhtiar Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara menuju Indonesia Emas 2045 dengan memastikan tidak ada warga yang tertinggal,” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Khofifah juga menyerahkan Alquran hadiah dari Raja Salman kepada Bupati Magetan, jajaran Forkopimda dan masyarakat. Ia turut membagikan paket sembako kepada warga yang hadir. (BS/za)











