Faktor Kemenangan Eri-Armuji, dari Risma Efeck hingga Soliditas PDIP yang Tak Tergoyahkan

- Publisher

Jumat, 11 Desember 2020 - 20:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Bicarasurabaya.com – Hasil hitung cepat 4 lembaga survei, yakni Surabaya Survey Center (SSC), Charta Politika, Populi Center dan Poltracking di Pilkada Kota Surabaya 2020, pasangan Eri Cahyadi – Armuji unggul atas pasangan Machfud Arifin-Mujiaman (MAJU) dikisaran angka 13 – 15 persen.

Direktur SSC Mochtar W Oetomo mengatakan setidaknya ada delapan faktor yang melatarbelakangi kemenangan Eri-Armuji atas rivalnya.

“Pertama, Surabaya basis tradisional PDIP. Meski ada faksi- faksi dalam tubuh PDIP Surabaya, faktanya soliditas kader-kader PDIP yang sudah mendarah daging sulit untuk digoyahkan. Sikap gotong royong yang sudah menjadi naluri ditubuh PDIP otomatis menggelora dan menggelinding dalam konteks tertentu yang diperlukan,” kata Mochtar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedua, faktor Risma sebagai endocer utama pasangan Erji adalah faktor kemenangan yang tidak bisa disangkal. Tingkat kepuasan masyarakat Surabaya kepada Risma yang melebihi 90 persen menjadikan strategi transfer device Erji dengan menggunakan pengaruh Risma, terbukti jitu dan efektif. Surat Risma dan video ajakan Risma di detik-detik akhir jelang coblosan kian menguatkan strategi ini.

Baca Juga:  Ziarah ke Makam Bung Karno, Eri Siap Wakafkan Dirinya untuk Surabaya

“Faktor Risma efeck tidak bisa disangkal. Karena tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Risma melebihi 90 persen,” ujarnya.

Ketiga, Blunder video hancurkan Risma. Viral video ini justru sangat menguntungkan Erji karena lahirnya simpati publik utamanya dari kalangan emak-emak. Bahkan swing voters MAJU diindikasikan banyak berpindah ke Erji karena berbagai blunder yang dilakukan oleh tim Maju.

“Selain itu, blunder video hancurkan Risma sangat menguntungkan Erji,”ungkap Mochtar.

Keempat, tim dan relawan yang lebih ramping dan efektif. Dengan hanya didukung oleh PDIP dan PSI, tim Erji jauh lebih militan dan efektif, serta lebih simple dan fokus dalam berbagai koordinasi, konsolidasi dan mobilisasi. Berbeda dengan begitu banyaknya partai pendukung Maju yg membuat segala koordinasi, konsolidasi dan mobilisasi menjadi lebih kompleks, hingga menimbulkan banyak resiko faksionalitas dan uncoordinated. Hingga munculnya kasus video hancurkan Risma.

Baca Juga:  Hasil Survie: Eri-Armuji Unggul 6 Persen dari Pesaingnya

Kelima, Eri jadi sosok paling pembeda diantara 4 kandidat yang ada. Paling muda dan good looking dan relatif terlihat paling memahami dan menguasai tata kelola pemerintahan Surabaya dengan background-nya sebagai ASN pemkot dan Kepala Bappeko.

Keenam, debat publik yang menunjukkan penguasaan data dan masalah pada pasangan Erji jauh lebih komprehensif dibanding Maju sedikit banyak memberi andil pada pergerakan swing voters, karena pemilih Surabaya relatif lebih rasional.

Baca Juga:  Polrestabes Surabaya Terjunkan 1022 Personel Amankan 5182 TPS

Ketujuh, pemilih Surabaya yang relatif rasional dan well informed tidak mudah dipengaruhi dengan berbagai opini, jargon, slogan, informasi hoax, bahkan sembako dan uang.

“Pemilih rasional dan well informed cenderung information seeking, berusaha mencari sendiri informasi tentang para kandidat melalui berbagai sumber informasi, sehingga pemilih ini memiliki preferensi yang mencukupi untuk menentukan pilihannya,” ujarnya.

Kedelapan, simbolisasi dan dukungan Nahdliyin. Pasangan Erji mampu mengawinkan simbolisasi ideal Nasionalis-Religius dengan berhasilnya Eri Cahyadi menampilkan simbolisasi dirinya sebagai Nahdliyin.

“Baik melalui ziarah ke berbagai makam, istighosah, pengajian maupun dia penutup saat debat publik kedua. Disamping itu, dukungan jejaring NU di level kota juga menjadi faktor yang tentu tidak bisa diabaikan begitu saja,” pungkasnya. (BS01)

Berita Terkait

3 Legislator Ditangkap dan Positif Narkoba, Ini Respons Gerindra
Anggota DPRD Kabupaten Malang Dikabarkan Diamankan Polisi di Surabaya
RAPBD Surabaya 2027 Rp12,8 T, Anggaran Pendidikan Naik Jadi 22%
PDIP Siapkan Bursa Pilgub Jatim 2029, Ada Risma hingga Eri Cahyadi
Megawati Minta PDI-P Jatim Kembali Jadi Kandang Banteng di Pemilu 2029
Pakar ITS Ingatkan Gempa Susulan Flores hingga 2 Minggu ke Depan
Eks Bupati Ponorogo Dituntut 7 Tahun Penjara Kasus Suap dan Gratifikasi
Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam hingga UBS Kompak Menguat

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 14:27 WIB

3 Legislator Ditangkap dan Positif Narkoba, Ini Respons Gerindra

Rabu, 30 September 2026 - 10:36 WIB

Anggota DPRD Kabupaten Malang Dikabarkan Diamankan Polisi di Surabaya

Rabu, 30 September 2026 - 06:35 WIB

RAPBD Surabaya 2027 Rp12,8 T, Anggaran Pendidikan Naik Jadi 22%

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:31 WIB

PDIP Siapkan Bursa Pilgub Jatim 2029, Ada Risma hingga Eri Cahyadi

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:24 WIB

Megawati Minta PDI-P Jatim Kembali Jadi Kandang Banteng di Pemilu 2029

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB