Pemkot Surabaya Sinergi dengan Warga Kampung Atasi Krisis Lahan Makam

- Publisher

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 17:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih Surabaya (dok. Pemkot Surabaya)

i

Ilustrasi: Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih Surabaya (dok. Pemkot Surabaya)

Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya mengatasi persoalan keterbatasan lahan pemakaman di tengah semakin padatnya wilayah perkotaan. Seiring meningkatnya jumlah penduduk, pemkot menggandeng pengurus kampung untuk menata ulang pemanfaatan lahan makam agar lebih efisien dan berkelanjutan.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan peningkatan jumlah penduduk menjadi tantangan utama dalam penyediaan lahan makam di kota besar seperti Kota Pahlawan.

“Kalau lahan makam dengan bertambahnya orang pasti tambah kurang. Karena itulah maka kita fungsikan adalah lahan makam yang perkampungan,” ujar Eri Cahyadi, Sabtu (25/10/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk itu, Eri menyebut, Pemkot Surabaya mendorong sinergi dengan pengelola makam di tingkat kampung agar pemanfaatan lahan bisa dilakukan bersama. Ia menegaskan, pola lama yang mengandalkan makam keluarga atau makam kampung perlu dihidupkan kembali.

Baca Juga:  Enam Museum di Surabaya Dibuka dengan Protokol Kesehatan Ketat

“Jadi kita bersinergi dengan lahan makam kampung. Kalau setiap orang minta satu (lahan makam), ya habis semua tanahnya,” katanya.

Menurutnya, pertumbuhan penduduk dan keterbatasan lahan menjadi faktor utama penyusutan ruang pemakaman.

“Kemarin (jumlah penduduk) 2,7 juta, hari ini sudah 3 juta lebih, karena Surabaya didatangi orang terus. Kan tidak mungkin lahan kita digunakan menjadi lahan makam semuanya,” ujarnya.

Eri kemudian mencontohkan tradisi pemakaman keluarga yang dahulu lazim dilakukan oleh masyarakat Surabaya. Tradisi tersebut, kata dia, juga masih diterapkannya saat memakamkan anggota keluarganya sendiri.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Pertahankan Opini WTP dari BPK, Sudah 9 Kali Berturut-turut

“Kalau makam keluarga saya di Tembok Dukuh, dulu makamnya mbahku. Ketika mbahku sudah lama (meninggal), almarhum bapak (abah) dimakamkan di sana. Lek Bapak (abah) dewe, iki dewe, lahan e sopo (kalau bapak sendiri, ini sendiri, lahannya siapa),” tuturnya.

Ia menjelaskan, praktik pemakaman keluarga seperti itu sebenarnya bisa menjadi solusi untuk keterbatasan lahan, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan antarwarga.

“Nah, pemerintah kota juga tidak akan menyiapkan (lahan) semuanya untuk warga terus. Makanya kita berkolaborasi, kita bersinergi juga dengan makam-makam yang ada di kampung. Kalau warga yang ada di kampung di situ, keluarganya ya dimakamkan di situ,” jelasnya.

Baca Juga:  10 Tahun Wali Kota Risma, Berhasil Turunkan Suhu dengan Memperbanyak RTH

Ia menegaskan pengelolaan lahan makam berbasis komunitas ini menjadi langkah realistis untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan ruang hidup dan pemakaman di tengah keterbatasan lahan kota.

“Dengan yang seperti tadi saya contohkan, ada mbahku sedo (meninggal), mbahku wes suwi (sudah lama meninggal), ada abahku sedo (meninggal), ya dimakamkan di situ. Jadi, bukan sendiri-sendiri,” katanya.

Ketika ditanya apakah sistem itu berarti satu liang digunakan untuk beberapa anggota keluarga, Wali Kota Eri membenarkan. “Iya, satu liang,” pungkasnya. ***

Editor : Yan BS

Berita Terkait

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City
Ledakan Guncang Pakuwon City Surabaya, 5 Orang Luka

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:48 WIB

58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Berita Terbaru