Pemkot Surabaya Pilih Optimalisasi Pompa Daripada Bangun Tanggul Laut

- Publisher

Senin, 8 Desember 2025 - 15:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Dok Humas Kota Surabaya/BS

i

Foto: Dok Humas Kota Surabaya/BS

Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota Surabaya menunda rencana pembangunan tanggul laut untuk mengendalikan banjir rob. Pemkot menilai proyek tersebut belum memungkinkan direalisasikan dalam waktu dekat, sehingga fokus dialihkan pada optimalisasi pintu air, rumah pompa, dan bozem.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Syamsul Hariadi, mengatakan upaya teknis yang tersedia saat ini masih bisa dimaksimalkan. “Penanganan banjir rob idealnya memang dilengkapi tanggul laut, pintu air, dan pompa. Tapi kondisi saat ini yang realistis adalah mengoptimalkan fasilitas yang sudah ada,” ujarnya, Senin (8/12/2025).

Baca Juga:  Anak Korban Gempa Flores Diajak Khofifah Bangkit dan Kejar Cita-cita

Syamsul menyebut pengendalian banjir di kawasan timur Surabaya relatif lebih siap. Infrastruktur seperti pintu air dan pompa sudah lengkap sehingga risiko banjir rob dapat ditekan. Namun kondisi berbeda terjadi di wilayah barat, terutama di Kali Krembangan, Kalianak, dan Kali Sememi yang belum memiliki fasilitas serupa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Wilayah barat punya lima akses menuju laut. Kami agendakan pembangunan rumah pompa dan pintu air di tiga hingga empat titik yang masih kosong,” kata Syamsul. Saat ini, fasilitas pompa baru tersedia di Balong dan Kandangan, sementara Asemrowo, Kalianak, dan Tambak Langon masih menunggu pembangunan.

Baca Juga:  Kado HUT RI, Jatim Hapus Denda Pajak Kendaraan Selama Agustus

Ia menegaskan pembangunan tanggul laut secara menyeluruh tidak bisa dilakukan segera karena sifatnya kompleks dan kebutuhan tiap wilayah pesisir berbeda. Di beberapa titik, seperti Kalianak, sudah terdapat tanggul yang berfungsi sebagai proteksi air laut meski tidak dikategorikan sebagai tanggul laut.

Syamsul juga menjelaskan sebagian kawasan barat Surabaya memiliki elevasi yang sudah ditinggikan oleh pengembang dan kawasan pergudangan, sehingga pemerintah hanya perlu melengkapi infrastruktur pengendalian air.

Baca Juga:  Jalankan Instruksi Presiden, Wali Kota Eri Cahyadi Perkuat Rantai Pasok Hotel dan UMKM

Terkait bozem, ia menyebut fasilitas itu berperan penting menampung air dari daratan ketika hujan bertepatan dengan pasang laut. Saat pasang, air dialirkan dengan pompa, sementara saat surut dapat mengalir secara gravitasi. “Dengan bantuan pompa, kecepatan alirannya bisa dua kali lebih cepat,” tuturnya.

Surabaya memiliki tiga bozem besar—Bratang, Kalidami, dan Morokrembangan—yang masing-masing mampu menampung hingga 80 ribu meter kubik air. “Mereka berfungsi sebagai penampung sementara. Tinggal bagaimana kita mengoptimalkan kekuatan pompanya,” kata Syamsul. (BS/za)

Berita Terkait

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB