438 Ribu Siswa Jatim Ikuti TKA, Khofifah Minta Jangan Cemas

- Publisher

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: dok humas Pemprov Jatim

i

Foto: dok humas Pemprov Jatim

Bicarasurabaya.com – Sebanyak 438.126 siswa SMA, SMK, SLB, dan sederajat di Jawa Timur telah terdaftar mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta para siswa menghadapi asesmen dengan tenang, percaya diri, dan tidak terbebani tuntutan nilai.

TKA dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026 secara bertahap sesuai gelombang. Khofifah mengingatkan para siswa agar percaya pada proses belajar yang telah dijalani serta tidak lupa meminta doa dan restu orang tua.

“Hadapilah dengan tenang, penuh semangat, dan percaya diri. Percayalah pada kemampuan kalian serta proses belajar yang telah dijalani bersama bapak dan ibu guru,” pesan Khofifah, Senin (26/10/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan hasil TKA bukan satu-satunya penentu masa depan. Setiap siswa memiliki potensi dan keunggulan berbeda yang perlu terus dikembangkan melalui proses belajar.

Karena itu, Khofifah meminta orang tua memberikan dukungan tanpa membebani anak dengan target nilai berlebihan. Guru dan sekolah juga diharapkan membantu siswa mempersiapkan diri, memahami tata tertib, serta mengikuti jadwal tes dengan baik.

Baca Juga:  Jatim Didominasi Hujan Ringan dan Berawan

“Kepada bapak dan ibu, para orang tua, mari kita dampingi anak-anak dengan doa, kasih sayang, dan kalimat-kalimat yang menguatkan. Jangan membebani mereka dengan tuntutan nilai yang berlebihan,” ujarnya.

438 Ribu Siswa Terdaftar, Sekolah Diminta Siaga

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Timur yang merujuk dasbor pusat TKA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per 16 Oktober 2026, sebanyak 438.126 siswa atau 94,54% dari total 463.397 calon peserta telah terdaftar.

Dari 4.863 satuan pendidikan yang terdata, sebanyak 4.546 sekolah berstatus terdaftar final. Sebanyak 3.518 satuan pendidikan menggunakan moda daring penuh, sedangkan 1.028 lainnya menggunakan moda semi daring.

Perbedaan moda pelaksanaan disesuaikan dengan kondisi geografis dan ketersediaan jaringan internet di masing-masing wilayah.

Khofifah meminta Dinas Pendidikan Jatim, cabang dinas, dan kepala sekolah memastikan seluruh persiapan teknis maupun administratif rampung sebelum pelaksanaan. Kesiapan komputer, jaringan internet, pasokan listrik, ruang ujian, serta petugas proktor dan teknisi menjadi perhatian utama.

Baca Juga:  Diduga Dipengaruhi Alkohol, Honda Brio Jatuh dari Flyover Gubeng

“Saya minta Dinas Pendidikan bersama seluruh cabang dinas dan kepala sekolah mengecek kembali kesiapan pelaksanaan TKA. Pastikan komputer, jaringan internet, pasokan listrik, ruang tes, serta proktor dan teknisi benar-benar siap,” tegasnya.

Jatim Siapkan Antisipasi Gangguan Listrik dan Internet

Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai mengatakan persiapan TKA terus dimatangkan, mulai dari pendataan peserta hingga kesiapan sarana dan petugas. Koordinasi juga dilakukan untuk mengantisipasi gangguan teknis selama asesmen.

Sekolah penyelenggara mandiri diminta menyiapkan perangkat uninterruptible power supply (UPS) untuk server maupun komputer proktor. Genset juga disiapkan apabila memungkinkan untuk mengantisipasi gangguan pasokan listrik.

Selain itu, proktor dan teknisi harus memahami prosedur penanganan gangguan serta memastikan jalur komunikasi dengan helpdesk cabang dinas dan provinsi dapat diakses.

Baca Juga:  Persebaya Rampungkan TC di Thailand, Fokus Jaga Fisik Jelang Liga 2026/2027

Dinas Pendidikan Jatim juga telah menyurati PLN dan Telkom wilayah Jawa Timur untuk meminta penundaan pemeliharaan jaringan yang berpotensi mengganggu pasokan listrik maupun konektivitas selama jam pelaksanaan TKA.

Jika terjadi gangguan, petugas sekolah diminta segera mencatat dan melaporkannya melalui helpdesk agar penanganan dapat dilakukan sesuai prosedur.

“Apabila terjadi gangguan listrik atau internet, murid tidak perlu panik. Petugas sekolah telah disiapkan untuk melakukan penanganan,” kata Aries.

Menurut Aries, hasil TKA tidak hanya menjadi gambaran capaian akademik siswa, tetapi juga bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pembelajaran. Hasil asesmen diharapkan membantu pemetaan kebutuhan belajar, penyusunan pelatihan guru, serta pemerataan mutu pendidikan di perkotaan maupun daerah pelosok.

“TKA bukan semata-mata tentang mendapatkan nilai tinggi. Bagi kami, hasilnya juga menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pembelajaran agar semakin banyak anak Jawa Timur memiliki kompetensi yang unggul dan mampu bersaing di masa depan,” pungkasnya. (BS/za)

Berita Terkait

Dua Tokoh Pamekasan dan Jejak Perjuangan Persatuan Indonesia
Anak Muda Surabaya Jual Telur hingga Parfum, UMKM Ikut Bergerak
Emas Antam Naik Rp 20.000 per Gram, Ini Daftar Harga Terbaru
BNPB Ingatkan Ancaman Banjir dan Longsor, Jatim-Jateng Jadi Perhatian
Belum Kantongi Izin, Pembangunan Kos 6 Lantai di Surabaya Dihentikan
Cuaca Surabaya Hari Ini, Hujan Ringan Mengintai
Parade Surabaya Juang 2026 Digelar 1 November, Ini Rute dan Acaranya
Kurangi Macet Nataru, Kemenhub Usul WFH pada 3 Tanggal Ini

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Dua Tokoh Pamekasan dan Jejak Perjuangan Persatuan Indonesia

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Anak Muda Surabaya Jual Telur hingga Parfum, UMKM Ikut Bergerak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Emas Antam Naik Rp 20.000 per Gram, Ini Daftar Harga Terbaru

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:11 WIB

BNPB Ingatkan Ancaman Banjir dan Longsor, Jatim-Jateng Jadi Perhatian

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:44 WIB

Belum Kantongi Izin, Pembangunan Kos 6 Lantai di Surabaya Dihentikan

Berita Terbaru

Foto: Humas Pemprov Jatim

Bicara Jatim

Dua Tokoh Pamekasan dan Jejak Perjuangan Persatuan Indonesia

Rabu, 28 Okt 2026 - 14:09 WIB

Foto: Diskominfo Surabaya

Bicara Kota

Anak Muda Surabaya Jual Telur hingga Parfum, UMKM Ikut Bergerak

Rabu, 28 Okt 2026 - 10:40 WIB

Foto: Istimewa

Bicara Ekonomi

Emas Antam Naik Rp 20.000 per Gram, Ini Daftar Harga Terbaru

Rabu, 28 Okt 2026 - 10:07 WIB