Normalisasi Sungai Kalianak, Pembongkaran Bangunan Ditargetkan Tuntas November

- Publisher

Selasa, 3 November 2026 - 07:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Normalisasi Sungai Kalianak Berlanjut. (Foto: dok Dikominfo Surabaya)

i

Normalisasi Sungai Kalianak Berlanjut. (Foto: dok Dikominfo Surabaya)

Bicarasurabaya.com – Pemkot Surabaya menargetkan pembongkaran bangunan di sepanjang Sungai Kalianak rampung akhir November 2026. Memasuki Tahap IV, pembongkaran di wilayah Kecamatan Krembangan dan Asemrowo telah berjalan dengan progres berbeda.

Di sisi Krembangan, progres pembongkaran sudah mencapai sekitar 50 persen. Sementara di sisi Asemrowo baru sekitar 30 persen.

Kepala Bidang Pengendalian Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Surabaya, Mudita Dhira Widaksa, mengatakan pembongkaran di Krembangan mencakup lima RT. Dari jumlah tersebut, sekitar 2,5 RT telah ditangani.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang di sisi Krembangan itu sudah hampir 50 persen. Dari lima RT, kita sudah 2,5 RT, tinggal 2,5 RT lagi,” kata Mudita dalam keterangannya, Selasa (3/11/2026).

Baca Juga:  Jaga Kamtibmas Selama Ramadan, Pemkot Bersama TNI-Polri Gelar Patroli Keliling

Sementara di Asemrowo, pembongkaran telah berlangsung hampir dua pekan dengan progres sekitar 30 persen.

“Yang sisi Asemrowo ini masih sekitar 30 persen, kurang lebih hampir dua minggu kita lakukan pembongkaran,” ujarnya.

Secara keseluruhan, normalisasi Sungai Kalianak Tahap IV mencakup kawasan sepanjang sekitar 790 meter, mulai STA 2.060 hingga STA 2.850. Sebelum pembongkaran, Pemkot Surabaya telah melakukan sosialisasi, penandaan bangunan, hingga melayangkan surat peringatan pertama (SP1), kedua (SP2), dan ketiga (SP3).

Mudita optimistis pembongkaran dapat diselesaikan sesuai target apabila proses di lapangan berjalan lancar.

“Untuk Tahap IV ini kalau lancar, insyaallah target pembongkaran selesai akhir November 2026,” jelasnya.

Saluran Air Menuju Bozem Diperbesar

Baca Juga:  Pagi Hari, Warga Putat Gede Dikejutkan Ular Sanca 3 Meter di Halaman Rumah

Selain membongkar bangunan di bantaran sungai, Pemkot Surabaya juga menyiapkan pembenahan saluran penghubung menuju Bozem Morokrembangan. Langkah ini dilakukan untuk memperlancar aliran air dari kawasan Kalianak.

Mudita menjelaskan, saat ini sudah terdapat saluran penghubung yang melewati saluran milik Jasa Marga. Namun, kapasitasnya dinilai terlalu kecil sehingga perlu diperbesar.

Menurutnya, saluran di kawasan Kalianak memiliki lebar sekitar 6 meter, tetapi menyempit menjadi sekitar 2 meter pada bagian penghubung. Penyempitan tersebut perlu ditangani agar aliran air tidak terhambat.

“Sudah ada connecting-nya, itu masuk di salurannya milik Jasa Marga, tapi kecil, sekitar 2 meter, mungkin enggak sampai. Nah, itu nanti alirannya biar lebih lancar,” paparnya.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 2.000 Jadi Rp 2,574 Juta per Gram

Untuk pengerjaannya, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya berencana membangun saluran menggunakan box culvert di area jalan paving. Pekerjaan kemudian dilanjutkan pada bagian yang berada di lahan Jasa Marga.

“Mungkin nanti rencananya di jalan paving itu dikasih box culvert. Terus masuk ke lahannya Jasa Marga. Nah, itu Jasa Marga nanti yang jalan,” imbuhnya.

Mudita menegaskan, normalisasi Sungai Kalianak merupakan bagian dari sistem pengendalian banjir Surabaya. Aliran air dari kawasan tersebut terhubung dengan sejumlah saluran dan tampungan air, termasuk Bozem Morokrembangan hingga Tanjungsari.

“Karena Kalianak ini masuk dalam sistem pengendalian banjir Kota Surabaya. Alirannya ke mana-mana, Morokrembangan sampai Tanjungsari,” pungkasnya. (BS/za)

Berita Terkait

Persebaya Waspadai Kendal Tornado, Tavares Soroti Rekor 8 Laga Tanpa Kalah
Parkir Digital Terus Diperluas, Pemilik Usaha di Surabaya Wajib Kantongi Izin TJU
Cuaca Surabaya Hari Ini Cerah, Mojokerto Terpanas Capai 35 Derajat
6 Kecamatan di Malang Diterjang Banjir dan Longsor, Sejumlah Jembatan Ambrol
Surabaya Genjot Tanam Cabai, Hasil Panen Ditargetkan Mulai Desember
Banjir dan Longsor Lumajang, 1.100 Warga Terdampak dan 117 KK Terisolasi
7 Anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya Dimutasi Usai Tangkap Kader Gerindra
Harga Emas Antam 2 November 2026 Tembus Rp 2,531 Juta per Gram

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 12:59 WIB

Persebaya Waspadai Kendal Tornado, Tavares Soroti Rekor 8 Laga Tanpa Kalah

Selasa, 3 November 2026 - 12:33 WIB

Parkir Digital Terus Diperluas, Pemilik Usaha di Surabaya Wajib Kantongi Izin TJU

Selasa, 3 November 2026 - 07:47 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak, Pembongkaran Bangunan Ditargetkan Tuntas November

Selasa, 3 November 2026 - 07:03 WIB

Cuaca Surabaya Hari Ini Cerah, Mojokerto Terpanas Capai 35 Derajat

Selasa, 3 November 2026 - 06:38 WIB

6 Kecamatan di Malang Diterjang Banjir dan Longsor, Sejumlah Jembatan Ambrol

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Bicara Kota

Cuaca Surabaya Hari Ini Cerah, Mojokerto Terpanas Capai 35 Derajat

Selasa, 3 Nov 2026 - 07:03 WIB