Surabaya Genjot Tanam Cabai, Hasil Panen Ditargetkan Mulai Desember

- Publisher

Senin, 2 November 2026 - 13:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: dok Diskominfo Surabaya

i

Foto: dok Diskominfo Surabaya

Bicarasurabaya.com – Pemkot Surabaya menggenjot penanaman cabai untuk menambah pasokan dan menekan harga di pasaran menjelang akhir tahun. Hasil panen dari gerakan tanam warga dan kelompok tani itu ditargetkan mulai tersedia pada Desember 2026.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Nanik Sukristina mengatakan, gerakan penanaman cabai telah dimulai sejak akhir Agustus hingga awal September 2026. Pemkot membagikan bibit kepada masyarakat agar ditanam secara mandiri.

Program tersebut juga diperkuat melalui Surabaya Urban Farming Competition. Warga di berbagai kampung diajak menanam dan merawat cabai agar hasilnya bisa dipanen menjelang akhir tahun.

“Harapannya, pada Desember nanti sudah ada hasil panen dari masyarakat maupun kelompok yang mengikuti kegiatan ini. Hasilnya bisa menambah pasokan cabai di pasaran sehingga membantu menekan harga,” kata Nanik, Senin (2/11/2026).

Selain menggerakkan warga, DKPP mendorong kelompok tani memperluas penanaman cabai. Salah satu lokasi pengembangannya berada di Bekas Tanah Kas Desa (BTKD) Jambangan.

Di lokasi tersebut, DKPP menanam 4.100 bibit cabai menggunakan 2.050 polybag. Pengembangan ini juga melibatkan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk menerapkan teknologi penanaman yang diharapkan membuat tanaman lebih tahan terhadap serangan hama dan menghasilkan cabai yang tidak mudah busuk.

Baca Juga:  Cuaca Surabaya Hari Ini Cerah, Suhu Tembus 33 Derajat

Nanik mengatakan, penambahan pasokan dari berbagai lokasi penanaman tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pasar. Dengan demikian, ketergantungan pasokan dari luar wilayah diharapkan berkurang dan tekanan terhadap harga bisa ditekan.

DKPP juga mengajak masyarakat memanfaatkan lahan di sekitar rumah untuk menanam cabai. Warga tidak harus memiliki pekarangan luas karena tanaman cabai bisa dibudidayakan menggunakan pot maupun polybag.

“Meski lahannya sempit, masyarakat tetap bisa menanam cabai di pot. Setidaknya, hasilnya dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga ketika harga cabai di pasaran sedang tinggi,” pungkasnya. (BS/za)

Baca Juga:  PPPK Surabaya Sumringah Dapat THR, Paruh Waktu Rp2 Juta

Berita Terkait

Banjir dan Longsor Lumajang, 1.100 Warga Terdampak dan 117 KK Terisolasi
7 Anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya Dimutasi Usai Tangkap Kader Gerindra
Harga Emas Antam 2 November 2026 Tembus Rp 2,531 Juta per Gram
Banjir Lahar Semeru Terekam, anggul di Tempursari Lumajang Jebol
Jatim Raih Penghargaan JKN, Khofifah Soroti Perlindungan Pekerja
Lima Rumah Pompa Baru Surabaya Ditargetkan Beroperasi 1 Desember
Surabaya Hari Ini Berawan, Bangkalan Berpotensi Hujan Ringan
Hindari Macet! Ini Lokasi Parkir dan Pengalihan Lalin Parade Juang Surabaya

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 13:59 WIB

Surabaya Genjot Tanam Cabai, Hasil Panen Ditargetkan Mulai Desember

Senin, 2 November 2026 - 13:36 WIB

Banjir dan Longsor Lumajang, 1.100 Warga Terdampak dan 117 KK Terisolasi

Senin, 2 November 2026 - 12:23 WIB

7 Anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya Dimutasi Usai Tangkap Kader Gerindra

Senin, 2 November 2026 - 10:29 WIB

Harga Emas Antam 2 November 2026 Tembus Rp 2,531 Juta per Gram

Senin, 2 November 2026 - 10:04 WIB

Banjir Lahar Semeru Terekam, anggul di Tempursari Lumajang Jebol

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam 2 November 2026 Tembus Rp 2,531 Juta per Gram

Senin, 2 Nov 2026 - 10:29 WIB

Foto: Tangkapan layar @mariayollanda_

Bicara Jatim

Banjir Lahar Semeru Terekam, anggul di Tempursari Lumajang Jebol

Senin, 2 Nov 2026 - 10:04 WIB