Bicarasurabaya.com – Operasi Ketupat 2026 di Jawa Timur resmi berakhir. Evaluasi Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim mencatat penurunan signifikan angka kecelakaan dan fatalitas selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi, menyebut total kecelakaan turun 37,46 persen dibandingkan sebelum operasi.
“Trennya turun signifikan. Angka meninggal dunia juga turun 56,52 persen, sementara luka berat turun 4,55 persen,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kepadatan lalu lintas selama Lebaran justru menjadi salah satu faktor penekan angka kecelakaan fatal. Kondisi jalan yang padat membuat pengendara tidak leluasa melaju kencang sehingga lebih berhati-hati.
“Dengan jalan padat, masyarakat tidak punya ruang untuk memacu kendaraan,” jelasnya.
Selain itu, tingginya mobilitas selama Lebaran juga mencerminkan aktivitas ekonomi yang tetap bergerak. Ditlantas mencatat sekitar 1,4 juta orang masuk ke Jawa Timur dari luar daerah selama periode tersebut.
Lonjakan mobilitas juga terlihat di kawasan wisata, terutama di Kota Batu. Kunjungan wisatawan disebut meningkat hingga 100–150 persen, yang berdampak pada kepadatan lalu lintas dan keterbatasan area parkir.
Dari sisi infrastruktur, keberadaan jalur fungsional Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) turut membantu mengurai arus kendaraan. Jalur tambahan sepanjang 16 kilometer hingga Paiton mampu memangkas waktu tempuh perjalanan hingga sekitar 1,5 jam.
Meski demikian, pelanggaran masih ditemukan, terutama terkait pembatasan operasional truk sumbu tiga selama periode Lebaran.
Iwan menegaskan aturan tersebut harus dipatuhi demi menjaga kelancaran dan keselamatan lalu lintas.
“Ini bukan pelarangan, tapi pembatasan. Harapannya semua pihak bisa bekerja sama demi keselamatan bersama,” tegasnya.
Secara umum, Polda Jatim menilai pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 berjalan efektif, dengan arus lalu lintas tetap terkendali meski terjadi lonjakan mobilitas masyarakat.(BS/za)











