3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

- Publisher

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ist

i

Foto: Ist

Bicarasurabaya.com – Polisi mengungkap pusat ledakan dahsyat di Rumah Makan Nasi Tempong Sri Dewi, Ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya. Di lokasi ditemukan tiga tabung LPG berkapasitas 50 kilogram yang diduga berkaitan dengan ledakan.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan mengatakan ketiga LPG tersebut berada di rumah makan yang menjadi titik pusat ledakan. Namun, tabungnya tidak meledak.

“Tiga buah LPG masing-masing 50 kilogram. (Sumbernya) rumah makan tempong (Sri Dewi),” kata Luthfie di lokasi, Selasa (6/10/2026).

Menurut Luthfie, dugaan sementara ledakan berasal dari kebocoran gas pada saluran atau pipa LPG. Gas kemudian terkumpul hingga memicu ledakan.

“Saat ini kondisinya kalau untuk tabungnya tidak meledak, tapi diduga karena kebocoran. Kebocoran itu diduga dari pipanya,” ujarnya.

Ketiga tabung LPG tersebut kini sudah kosong. Polisi memastikan gas di dalamnya telah keluar seluruhnya.

Polisi Pastikan Bukan Bom

Tim Jibom Gegana Polda Jatim telah melakukan pemeriksaan di lokasi. Hasilnya, polisi tidak menemukan bahan peledak maupun unsur bom.

Baca Juga:  Menkeu Purbaya Tinjau Bea Cukai Tanjung Perak, Pastikan Pemeriksaan Barang Efisien

“Dari olah TKP, sampai saat ini tidak ditemukan kandungan atau bahan peledak,” kata Luthfie.

Danden Gegana Satbrimob Polda Jatim Kompol Dyan Vicky Sandi mengatakan karakter ledakan lebih mengarah pada fenomena BLEVE atau Boiling Liquid Expanding Vapor Explosion.

Menurutnya, fenomena tersebut terjadi ketika tekanan gas terkumpul dalam ruangan dan kemudian terpicu hingga menimbulkan ledakan.

Koki Sempat Cium Bau Gas

Sebelum ledakan terjadi sekitar pukul 07.11 WIB, seorang koki disebut sedang memasak di rumah makan tersebut. Koki sempat mencium bau gas.

Baca Juga:  Lapor Cak Eri Dibuka, Wali Kota Pantau Langsung Keluhan Warga

“Tadi sekitar pukul 07.00 ketika koki sedang memasak, memang sempat mencium bau gas. Kemudian dalam sekejap terjadi semacam ledakan,” ujar Luthfie.

Informasi yang dihimpun di lokasi menyebut alarm LPG juga sempat berbunyi. Namun, karyawan tidak sempat menyelamatkan diri karena ledakan berlangsung sangat cepat.

Ledakan kemudian merusak bangunan di sekitar ruko. Pantauan di lokasi, puluhan ruko terdampak dengan kaca pecah di bagian kanan, kiri, hingga seberang bangunan sumber ledakan. Sejumlah kendaraan juga ikut terdampak. (BS/za)

Berita Terkait

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City
UMK Jatim 2027 Belum Dibahas, Buruh Dorong Kenaikan 5-9%
Ledakan Guncang Pakuwon City Surabaya, 5 Orang Luka
Modifikasi Cuaca Digelar Lagi di Jatim, Lahan Tembakau Jadi Pengecualian
Eri Ingatkan Warga Surabaya Jangan Pinjamkan KTP untuk Beli Mobil

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:48 WIB

58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:31 WIB

Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto: dok bicarasurabaya.com)

Bicara Kota

58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Selasa, 6 Okt 2026 - 08:48 WIB

Foto: Ist

Bicara Kota

Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Selasa, 6 Okt 2026 - 08:31 WIB