Bicarasurabaya.com – Kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya menjadi salah satu tempat favorit bagi wartawan. Terutama, awak media yang ‘ngepos’ atau bertugas melakukan liputan di lingkungan Pemkot Surabaya.
Selain lokasi parkir yang strategis berada di dekat jalan, tempat ini juga terbilang nyaman. Apalagi, lokasinya luas serta didukung wifi 24 jam, musala, kamar mandi dan fasilitas olahraga, seperti tenis meja.
Tak ayal, dalam setiap harinya, kantor yang berada di Jalan Jimerto Surabaya ini selalu menjadi ‘jujugan’ awak media. Tak peduli pagi, siang maupun malam. Bahkan, kadang pula ada wartawan yang sampai rela menginap di Kantor Humas jika agenda liputan hingga malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kenyamanan ini rupanya tak hanya bisa dinikmati oleh awak media. Sebab, sosok astral atau makhluk tak kasat mata, juga betah tinggal di sana. Hal inipun diungkapkan oleh salah satu anak indigo yang kebetulan berkunjung di Kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya, Jum’at (17/9/2021).
Anak itu sebut saja Ken. Pelajar SMP ini datang ke Kantor Humas Pemkot bersama ibundanya. Memang, ibunda Ken ialah salah satu awak media yang biasa ‘ngepos’ atau melakukan liputan di lingkungan Pemkot Surabaya.
Ken pun terlihat duduk dengan sabar menunggu ibundanya selesai bekerja di ruang liputan pers. Tepatnya duduk di kursi sofa depan ruangan Kasubag Liputan Pers. Sembari duduk bersantai, Ken juga mengamati lingkungan sekitar.
Menurut Ken, ada dua sosok astral yang mendiami ruang liputan pers. Yang pertama ada di pojok utara tempat salat. Dan kedua, berada di dalam ruang Kasubag Liputan Pers.
Nah, sosok yang kedua ini terbilang menarik. Sebab, Ken melihat sosok itu posisinya sedang duduk di atas lemari sembari mengayun-ayunkan kaki.
“Ada perempuan yang duduk di atas lemari, ia sudah lama tinggal di sini (Kantor Humas). Tapi tidak ganggu kok. Cuma dia tidak suka berisik. Dia duduk di atas lemari dengan mengayun-ayunkan kaki,” kata Ken.

Sosok perempuan itu, lanjut Ken, juga terbilang cantik. Parasnya yang cantik itu seperti manifestasi orang Jawa pada zaman dahulu kala. Hal itu dapat dilihat Ken dari penampilannya yang memakai kebaya.
“Dia pakai baju kebaya (atasan) putih. Sewek (bawahan kebaya) warna cokelat panjang. Terus rambutnya itu digelung kecil. Penampilannya itu kayak anak muda. Tapi, cantik kayak orang Jawa,” ungkap Ken.
Selain itu, Ken juga melihat tak hanya ruang liputan pers yang digunakan ‘stanby’ oleh sosok astral. Sebab, beberapa ruang lain juga menjadi lokasi favorit bagi makhluk tak kasat mata tersebut. Salah satunya adalah kamar mandi depan kecil dan ruangan khusus editing video.
“Kalau di kamar mandi (depan kecil), itu ada sosok laki-laki di sana. Lalu yang saya tahu lagi ada di ruang bagian editing video, itu sosoknya besar, kayak dalbo. Tapi yang paling banyak ada di belakang (kamar mandi dan musala belakang),” tutupnya. (BS02)









