Bicarasurabaya.com – Meski memiliki tampang sangar dan berambut gondrong, pria berinisial AR (38), rupanya masih harus berpikir seribu kali ketika bertemu dengan sosok astral.
Sebab, wartawan yang biasa meliput rubrikasi seputar politik, pemerintahan dan hukum di wilayah Kota Surabaya ini, mengaku pernah memiliki cerita misteri terhadap sosok tersebut.
AR bersama kedua rekannya pernah diteror sosok bayangan hitam, tinggi dan besar. Pengalaman ini dia alami sekitar 6 tahun lalu. Atau, lebih tepatnya, saat Pilkada Surabaya pada 2015 silam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat itu, AR bersama kedua rekannya sedang menjalankan tugas peliputan di posko tim pemenangan salah satu Paslon (Pasangan Calon) yang berada di kawasan Jalan Indrapura Surabaya.
Seperti biasa, rokok dan seduhan kopi hangat menjadi teman AR bersama kedua rekannya, lengkap dengan semilir angin malam. Mereka bertiga pun mengobrol ngalor-ngidul sembari bercanda seputar Kota Surabaya hingga masa depan masing-masing.
“Saat itu posisi saya sedang duduk di depan posko dan menghadap ke arah jalan raya. Sementara kedua teman saya duduk berhadapan,” kata AR kepada Bicara Surabaya.
Di sela mengobrol, perasaan AR pun mulai tak enak. Namun, dia mencoba untuk menepis perasaan negatif itu. Selang beberapa menit, anggapan buruk AR rupanya sedikit terlihat samar. Sosok bayangan hitam, mulai terlihat remang-remang tepat di seberang jalan.
“Saya pikir apa hitam, kemudian saya lihatin terus. Ternyata ketika saya lihat terus, dia (bayangan hitam, red) tambah mendekat, tambah dekat, lalu jadi besar. Hitamnya itu gelap,” ungkap AR.
AR mengaku, sosok hitam yang dilihatnya itu awalnya dikira hanya bayangan manusia atau efek lampu kendaraan. Namun, saat dilihatnya terus, bayangan hitam itu posisinya malah makin mendekat dan tambah besar.
“Bentuknya bayangan hitam, tapi lama-lama menjadi besar. Ketika posisinya sudah mendekat sekitar 5 meter itu baru mata saya kelihatan kalau itu barang tidak nggena (hantu, red),” akunya.
Dengan sedikit gemetar dan rasa ketakutan, AR langsung bersembunyi di balik salah satu rekannya dan menyuruh kedua kawannya itu agar melihat ke arah Jalan Raya. Pucuk dicinta ulam pun tiba, kedua teman AR kaget minta ampun saat melihat sosok itu.
“Kedua teman saya langsung baca-baca doa. Sementara saya sembunyi di belakangnya. Setelah sosok hitam (berjalan melayang) ke samping, kami langsung berlari menyeberang ke arah Jalan Jinten,” cerita AR.
Saat ditanya, apakah sosok astral itu salah satu golongan genderuwo, AR menyatakan bukan. Sebab, menurut AR, sosok itu memang bentuknya bayangan hitam, hanya saja makin lama tubuhnya terlihat besar. Sementara genderuwo sendiri konon mirip manusia yang tinggi besar dan berbulu lebat.
“Menurut saya itu bukan genderuwo, tapi memang golongan jin,” kata pria berkacamata ini.
Sebelum sosok hitam itu muncul, rupanya AR bersama kedua rekannya juga sempat mengalami kejadian aneh. AR mengaku, saat sebelumnya nongkrong di dalam posko, beberapa kalian ia dan rekannya mendengar seperti langkah kaki yang menginjak atap.
“Saya kira itu rekan-rekan yang lain. Ternyata saat coba saya pukul pakai helm dari bawah, dia malah seperti menginjak sisi sebelahnya,” ujar AR dengan heran.
Namun, saat berada di luar posko, AR baru sadar. Ternyata atap posko terbuat dari jerami. Bahkan, ketika AR coba menelisik dan melihat ke atas atap posko, dia justru tidak menemukan apa-apa.
“Setelah itu kita baru sadar ternyata atap posko menggunakan jerami. Kucing pun pasti akan jatuh jika melintas di atas jerami itu. Lha kenapa tadi malah kita pukul-pukul pakai helm dari bawah,” tutup dia. (BS02)








