Surut Ekstrem Selat Bali, Trip Kapal Gilimanuk-Ketapang Turun Separuh

- Publisher

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(foto: Ilustrasi-istimewa)

i

(foto: Ilustrasi-istimewa)

Bicarasurabaya.com – Surut ekstrem air laut di Selat Bali membuat operasional penyeberangan Jawa-Bali terganggu. Kapal kesulitan bersandar di Dermaga LCM Gilimanuk, Bali, sehingga jumlah perjalanan atau trip berkurang hingga separuh dari kondisi normal.

Dampaknya, antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, sempat mengular hingga sekitar dua kilometer. Antrean tersebut didominasi kendaraan truk logistik.

Kepala Cabang PT Raputra Jaya, Dian Widodo, mengatakan fenomena pasang-surut ekstrem terjadi selama beberapa jam setiap hari sejak sepekan terakhir. Namun, kondisi paling parah berlangsung dalam tiga hari terakhir.

“Paling ekstrem tiga hari terakhir,” kata Dian dalam keterangannya yang dikutip, Jumat (30/10/2026).

Dian menjelaskan, saat air laut surut, kapal tidak bisa langsung merapat ke Dermaga LCM Gilimanuk. Kapal harus menunggu hingga permukaan air kembali naik agar dapat bersandar dan melakukan bongkar-muat kendaraan.

Pada Kamis, surut ekstrem terjadi sekitar pukul 02.30 WIB hingga 08.00 WIB. Kondisi tersebut membuat jadwal penyeberangan di lintasan LCM Gilimanuk-Ketapang tidak berjalan maksimal.

Baca Juga:  Normalisasi Sungai Kalianak Berlanjut, Pembongkaran Dilakukan Humanis

Dian mencontohkan, pada periode tengah malam hingga pukul 04.00 WIB sehari sebelumnya, kapal milik perusahaannya hanya mampu melayani empat trip. Padahal, dalam kondisi normal, jumlah perjalanan bisa mencapai delapan trip.

“Kemarin dari tengah malam hingga pukul 4 pagi, kapal kami hanya tercapai empat trip. Kalau kondisi normal harusnya bisa delapan trip,” ujarnya.

Berkurangnya jumlah perjalanan juga berdampak pada operasional perusahaan. Waktu tunggu kapal untuk bersandar membuat konsumsi bahan bakar bertambah. Perusahaan pun kehilangan potensi pendapatan karena jumlah trip tidak mencapai target normal.

Baca Juga:  Kebakaran Rumah di Bukit Molin, Nenek dan Cucu Tewas 

Selain menghambat proses sandar dan bongkar-muat, Dian menyebut kondisi surut ekstrem turut memengaruhi arus di Selat Bali. Arus di bagian tengah selat disebut relatif tidak stabil ketika air laut surut. (BS/za)

Berita Terkait

RSUD Dr Soetomo Raih Akreditasi Internasional JCI 3 Kali Tanpa Remedial
Urai Macet Tambang Boyo, Lima Bangunan Liar di Pacar Kembang Ditertibkan
Persebaya Siapkan Rotasi Hadapi Persijap
BMKG Ungkap Penyebab Surut Ekstrem di Selat Bali
Surabaya Berawan Hari Ini, Mojokerto dan Lamongan Diprakirakan Hujan
Proyek Rumah Pompa Surabaya Capai 90%, Ditargetkan Rampung November
Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Mentan Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas
Harga Emas Antam Turun Setelah Naik Dua Hari, Ini Daftar Lengkapnya

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:16 WIB

RSUD Dr Soetomo Raih Akreditasi Internasional JCI 3 Kali Tanpa Remedial

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:39 WIB

Urai Macet Tambang Boyo, Lima Bangunan Liar di Pacar Kembang Ditertibkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Persebaya Siapkan Rotasi Hadapi Persijap

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:29 WIB

BMKG Ungkap Penyebab Surut Ekstrem di Selat Bali

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:04 WIB

Surut Ekstrem Selat Bali, Trip Kapal Gilimanuk-Ketapang Turun Separuh

Berita Terbaru

Tavares siapkan kemungkinan rotasi pemain hadapi Persijap akibat jadwal padat. (Foto: persebaya.id)

Bicara Sepakbola

Persebaya Siapkan Rotasi Hadapi Persijap

Jumat, 30 Okt 2026 - 08:28 WIB

Foto: dok ASDP

Bicara Jatim

BMKG Ungkap Penyebab Surut Ekstrem di Selat Bali

Jumat, 30 Okt 2026 - 07:29 WIB