Bicarasurabaya.com – RSUD Dr Soetomo Surabaya kembali meraih akreditasi internasional Joint Commission International (JCI). Rumah sakit milik Pemprov Jawa Timur itu berhasil mempertahankan akreditasi untuk ketiga kalinya secara berturut-turut tanpa melalui proses remedial.
Capaian tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan RSUD Dr Soetomo yang kini berusia 88 tahun. Keberhasilan itu menunjukkan konsistensi rumah sakit dalam menjaga standar mutu pelayanan, keselamatan pasien, pendidikan klinis, hingga tata kelola.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan mempertahankan akreditasi internasional harus diikuti dengan peningkatan kualitas layanan dan akuntabilitas rumah sakit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Semangat profesionalisme dan inovasi menjadi fondasi penting untuk menjadikan RSUD Dr Soetomo sebagai rumah sakit rujukan unggulan berstandar internasional,” kata Khofifah dalam keterangannya saat menghadiri peringatan HUT ke-88 RSUD Dr Soetomo di Surabaya.
Khofifah menyebut usia RSUD Dr Soetomo bahkan lebih tua dibandingkan Pemprov Jatim yang pada 2026 genap berusia 81 tahun. Selama perjalanan tersebut, rumah sakit ini telah mencatat berbagai capaian dalam pelayanan kesehatan.
Dia berharap kualitas layanan RSUD Dr Soetomo terus meningkat sehingga masyarakat semakin percaya untuk mendapatkan pengobatan di dalam negeri. Upaya itu juga dinilai dapat mengurangi kebutuhan masyarakat berobat ke luar negeri sekaligus menghemat devisa negara.
“Kita berharap bisa menghemat devisa dengan memberikan substitusi layanan di dalam negeri. Masyarakat yang sebelumnya merasa lebih percaya diri jika mendapatkan layanan kesehatan di luar negeri, sekarang juga semakin percaya diri untuk mendapatkan layanan di RSUD Dr Soetomo,” ujarnya.
Selain mempertahankan layanan yang sudah ada, Khofifah mendorong pengembangan layanan kesehatan unggulan, salah satunya stem cell atau sel punca.
Menurutnya, pengembangan layanan tersebut membutuhkan dukungan laboratorium dengan spesifikasi dan peralatan khusus yang tidak murah. Pemprov Jatim, kata dia, telah menjajaki peluang dukungan peralatan laboratorium melalui komunikasi dengan pihak yang ditemui dalam misi dagang ke Arab Saudi.
Khofifah mengatakan pengembangan layanan stem cell dapat dilanjutkan apabila seluruh persyaratan dan perizinan telah terpenuhi.
Sementara itu, Direktur RSUD Dr Soetomo Prof Cita Rosita mengatakan keberhasilan mempertahankan akreditasi JCI kategori Academic Medical Center untuk ketiga kalinya menjadi bukti konsistensi rumah sakit dalam membangun budaya mutu dan keselamatan pasien.
“Capaian ini menjadi bukti nyata konsistensi rumah sakit dalam membangun budaya mutu, keselamatan pasien, pendidikan klinis, serta tata kelola berstandar global,” kata Cita.
Sebagai rumah sakit rujukan sekaligus rumah sakit pendidikan, RSUD Dr Soetomo juga terus memperkuat integrasi pelayanan medis, pendidikan, dan penelitian.
Salah satunya melalui Research Hub yang mengoptimalkan kolaborasi antara rumah sakit, akademisi, regulator, dan industri untuk mendorong lahirnya inovasi di bidang kedokteran. (BS/za)











