BMKG Ungkap Penyebab Embun Upas Muncul di Bromo

- Publisher

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hamparan pasir di Bromo tertutup upas atau embun es . (Foto: dok Camat Tosari, Kab Pasuruan)

i

Hamparan pasir di Bromo tertutup upas atau embun es . (Foto: dok Camat Tosari, Kab Pasuruan)

Bicarasurabaya.com – Fenomena embun upas atau kristal es kembali muncul di kawasan Gunung Bromo dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kondisi tersebut dipicu fenomena bediding yang umum terjadi saat musim kemarau.

Prakirawan BMKG Juanda, Siska Anggraeni, menjelaskan bediding terjadi ketika udara dan cuaca menjadi lebih kering akibat minimnya kandungan uap air di atmosfer. Kondisi itu membuat pembentukan awan berkurang sehingga panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih cepat terlepas pada malam hingga dini hari.

Baca Juga:  Sungai Nyiburan Meluap Genangi Permukiman dan Jalur Utama Sampang–Bangkalan

Akibatnya, suhu udara turun lebih rendah dibandingkan kondisi normal dan memicu terbentuknya embun beku atau embun upas di sejumlah wilayah dataran tinggi, termasuk kawasan Bromo.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dalam tiga hari terakhir suhu di kawasan Bromo berkisar 5 hingga 10 derajat Celsius. Di lokasi yang lebih tinggi, suhunya bisa lebih rendah lagi,” kata Siska ketika dikonfirmasi, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, fenomena ini merupakan karakteristik musim kemarau di kawasan pegunungan. Kondisi tersebut diperkirakan masih akan berlangsung hingga puncak musim kemarau pada Juli hingga Agustus mendatang.

Baca Juga:  Usai Ricuh di Grahadi, Emil Soroti Perusakan dan Penangkapan Massa

Meski demikian, kemunculan embun upas tidak selalu terjadi setiap hari. Sebab, kondisi atmosfer bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu.

“Kalau tutupan awan meningkat, suhu udara pada malam hingga pagi hari tidak akan turun terlalu ekstrem sehingga peluang terbentuknya embun upas juga berkurang,” jelasnya.

Fenomena embun upas biasanya terlihat pada dini hari hingga menjelang matahari terbit. Kristal es tipis itu dapat muncul di permukaan pasir maupun dedaunan sebelum akhirnya mencair saat suhu mulai menghangat.

Baca Juga:  Surabaya Temukan Hewan Kurban Terindikasi Skabies Jelang Iduladha

Selain menghadirkan udara yang lebih dingin, musim kemarau juga membuat langit di kawasan Bromo cenderung lebih cerah. Kondisi ini menjadi salah satu momen favorit wisatawan untuk menikmati panorama matahari terbit dan bentang alam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.(BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB