Bicarasurabaya.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Pasuruan sejak Selasa (19/5/2026) malam menyebabkan sejumlah sungai meluap dan memicu banjir di berbagai titik. Selain merendam permukiman warga, genangan air juga menghambat arus lalu lintas di jalur pantai utara (pantura) Surabaya-Probolinggo.
Dua titik genangan terparah berada di Jalan Tambakrejo, Kecamatan Kraton, dan Jalan Sambirejo, Kecamatan Rejoso. Di kawasan Tambakrejo, ketinggian air mencapai 10-15 sentimeter sehingga kendaraan harus melaju pelan dan menyebabkan antrean panjang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan banjir masih terpantau di sejumlah wilayah Kecamatan Pohjentrek dan Kraton.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau di Purwosari, Pandaan, dan Bangil air sudah surut,” ujar Sugeng, Rabu (20/5/2026).
Di Kecamatan Pohjentrek, banjir merendam tiga dusun di Desa Sukorejo. Dusun Rujaksente tergenang hingga 40 sentimeter dengan 195 kepala keluarga terdampak. Sementara Dusun Suko dan Dusun Duyo menjadi wilayah paling parah dengan genangan mencapai 60 sentimeter.
Sedangkan di Kecamatan Kraton, banjir masih menggenangi Desa Pulokerto, Sidogiri, dan Tambakrejo. Genangan tidak hanya masuk ke permukiman warga, tetapi juga merendam Jalan Pantura dan Jalan Sidogiri.
“Di Tambakrejo, banjir merendam Jalan Pantura dan Dusun Bulu setinggi sekitar 50 sentimeter dengan 350 KK terdampak,” katanya.
Banjir juga meluas ke wilayah Kota Pasuruan, tepatnya di Dusun Rujakgadung, Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo. Tinggi air di kawasan itu dilaporkan masih mencapai sepinggul orang dewasa.
BPBD menyebut banjir dipicu tingginya intensitas hujan di wilayah hulu yang menyebabkan Sungai Welang dan Sungai Petung meluap. Kondisi air laut yang sedang pasang turut memperlambat surutnya genangan di wilayah hilir.(BS/za)











