Operasi Ketupat 2026 Berakhir, Kecelakaan di Jatim Turun 37 Persen

- Publisher

Senin, 30 Maret 2026 - 12:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (Foto: Dok humas Polda Jatim/ist)

i

Ilustrasi (Foto: Dok humas Polda Jatim/ist)

Bicarasurabaya.com – Operasi Ketupat 2026 di Jawa Timur resmi berakhir. Evaluasi Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim mencatat penurunan signifikan angka kecelakaan dan fatalitas selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi, menyebut total kecelakaan turun 37,46 persen dibandingkan sebelum operasi.

“Trennya turun signifikan. Angka meninggal dunia juga turun 56,52 persen, sementara luka berat turun 4,55 persen,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Menurutnya, kepadatan lalu lintas selama Lebaran justru menjadi salah satu faktor penekan angka kecelakaan fatal. Kondisi jalan yang padat membuat pengendara tidak leluasa melaju kencang sehingga lebih berhati-hati.

“Dengan jalan padat, masyarakat tidak punya ruang untuk memacu kendaraan,” jelasnya.

Selain itu, tingginya mobilitas selama Lebaran juga mencerminkan aktivitas ekonomi yang tetap bergerak. Ditlantas mencatat sekitar 1,4 juta orang masuk ke Jawa Timur dari luar daerah selama periode tersebut.

Baca Juga:  KPK Periksa 14 Saksi Kasus Suap Jabatan di Ponorogo

Lonjakan mobilitas juga terlihat di kawasan wisata, terutama di Kota Batu. Kunjungan wisatawan disebut meningkat hingga 100–150 persen, yang berdampak pada kepadatan lalu lintas dan keterbatasan area parkir.

Dari sisi infrastruktur, keberadaan jalur fungsional Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) turut membantu mengurai arus kendaraan. Jalur tambahan sepanjang 16 kilometer hingga Paiton mampu memangkas waktu tempuh perjalanan hingga sekitar 1,5 jam.

Meski demikian, pelanggaran masih ditemukan, terutama terkait pembatasan operasional truk sumbu tiga selama periode Lebaran.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp10 Ribu, Jadi Rp2,627 Juta per Gram

Iwan menegaskan aturan tersebut harus dipatuhi demi menjaga kelancaran dan keselamatan lalu lintas.

“Ini bukan pelarangan, tapi pembatasan. Harapannya semua pihak bisa bekerja sama demi keselamatan bersama,” tegasnya.

Secara umum, Polda Jatim menilai pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 berjalan efektif, dengan arus lalu lintas tetap terkendali meski terjadi lonjakan mobilitas masyarakat.(BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB