Bicarasurabaya.com – Penyerang Persebaya Surabaya, Ramadhan Sananta, punya modal penting jelang menghadapi Penang FC. Dia sudah pernah merasakan langsung kekuatan klub Malaysia tersebut saat membela DPMM FC di Liga Malaysia musim 2025/2026.
Persebaya akan menghadapi Penang FC dalam laga International Friendly Match di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (15/8/2026) malam WIB.
Pengalaman Sananta bersama DPMM membuatnya sedikit banyak memahami karakter permainan Penang. Menariknya, dalam dua pertemuan musim lalu, Sananta merasakan kemenangan sekaligus kekalahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya pernah menghadapi Penang ketika masih bermain di DPMM FC. Kalau tidak salah, kami menang saat bermain di kandang, kemudian ketika bertandang ke markas mereka kami kalah,” kata Sananta dalam laman resmi klub yang dikutip, Jumat (14/8/2026).
Meski sudah mengenal lawan, Sananta tak mau terlena. Menurutnya, Penang yang datang ke Surabaya bisa memiliki komposisi pemain dan kekuatan berbeda dibanding saat dihadapi DPMM.
“Namun, mereka sekarang tentu memiliki tim yang berbeda dan mungkin sudah berkembang lebih baik,” ujarnya.
Karena itu, pemain 23 tahun tersebut memilih fokus pada persiapan Persebaya. Laga melawan Penang sekaligus menjadi kesempatan bagi skuad Bajul Ijo mematangkan tim sebelum kompetisi musim 2026/2027.
“Kami tentu sangat siap menghadapi pertandingan pada 15 Agustus nanti. Sebagai pemain, kami ingin memberikan yang terbaik dan tampil maksimal,” tegas Sananta.
Selain persiapan menghadapi Penang, Sananta juga berbicara soal proses adaptasinya di Persebaya. Sebagai pemain baru, dia bersama sejumlah rekrutan lainnya masih membangun koneksi dengan para pemain lama.
Menurut Sananta, proses tersebut sudah berjalan cukup baik. Bahkan, dia menilai chemistry tim sudah mendekati level yang diharapkan.
“Kalau menggunakan persentase, mungkin sudah hampir 100 persen. Tinggal beberapa hal kecil yang masih perlu kami bangun, terutama chemistry dan kebersamaan,” tuturnya.
Sananta menilai pertandingan melawan Penang bisa membantu mempercepat proses tersebut. Bermain dalam laga sebenarnya membuat pemain lebih mudah memahami karakter dan kebiasaan rekan setim.
“Saya datang sebagai pemain baru, begitu juga dengan beberapa pemain lainnya. Jadi, kami harus terus membangun chemistry, terutama melalui pertandingan,” pungkasnya.
Duel dengan Penang bukan sekadar laga uji coba bagi Persebaya. Pertandingan di GBT itu juga menjadi ujian awal untuk melihat seberapa solid fondasi Bajul Ijo yang tengah dibangun menuju musim baru. (BS/za)











