Surabaya Benahi TPS, Wali Kota Eri Tekankan Perhitungan Berbasis Data

- Publisher

Selasa, 28 April 2026 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: dok Diskominfo Surabaya

i

Foto: dok Diskominfo Surabaya

Bicarasurabaya.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau langsung pengelolaan sampah di TPS Prapen DKK, Selasa (28/4/2026). Dalam sidak itu, ia menekankan pentingnya perhitungan kebutuhan tong sampah berbasis data untuk mencegah penumpukan dan bau.

Eri memastikan kebersihan TPS menjadi prioritas, termasuk setelah sampah diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA).

“Setiap TPS harus bersih. Setelah diangkut, disiram dan diberi eco enzyme agar tidak bau,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain kebersihan, Eri menyoroti kecukupan jumlah tong sampah (tongbin) di TPS yang menampung limbah dari Kelurahan Margorejo dan Sidosermo. Ia meminta camat dan lurah menghitung kebutuhan secara riil berdasarkan timbulan sampah.

Baca Juga:  Belum Penuhi Standar Sanitasi, 372 SPPG di Jatim Dihentikan

“Saya minta dihitung, apakah jumlah tongbin yang ada sudah cukup atau belum,” katanya.

Ia menjelaskan, perhitungan harus mengacu pada standar timbulan sampah sebesar 0,6 kilogram per orang per hari sebagaimana diatur dalam regulasi nasional. Data tersebut kemudian dikalkulasi hingga tingkat rukun warga (RW) untuk menentukan kebutuhan fasilitas di TPS.

Dengan metode itu, pemerintah dapat memastikan tidak ada tongbin yang kelebihan muatan atau terbuka akibat kapasitas yang kurang.

Baca Juga:  Wamen Dikdasmen Tegaskan Tes Kemampuan Akademik Tidak Menentukan Kelulusan Siswa

“Tidak boleh ada yang meluap. Semua harus dihitung per RW, lalu disesuaikan dengan kapasitas tongbin,” tegasnya.

Eri juga meminta adanya tambahan koefisien dalam perhitungan guna mengantisipasi lonjakan volume sampah di lapangan, sehingga kapasitas tidak dibuat pas-pasan.

Di tingkat operasional, ia menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan perhitungan lebih detail, termasuk pengaturan armada truk pengangkut sampah. Pemantauan dilakukan secara real time menggunakan GPS untuk memastikan efisiensi rute dan waktu tempuh.

Baca Juga:  Emas Antam Tembus Rp 3.085.000 per Gram

“Dengan GPS, kita bisa tahu pergerakan truk dari TPS ke TPA dan sebaliknya,” ujarnya.

Eri menegaskan, perencanaan yang matang menjadi kunci penanganan sampah yang efektif. Ia berharap langkah ini tidak hanya menjaga kebersihan TPS, tetapi juga mencegah persoalan sampah meluas ke lingkungan permukiman.

“Kalau perencanaannya tepat, masalah sampah bisa diselesaikan dari hulunya,” pungkasnya.(BS/za)

Berita Terkait

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB