Antisipasi El Niño, BPBD Surabaya Perkuat Mitigasi Kebakaran dan Krisis Air

- Publisher

Kamis, 10 September 2026 - 14:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPBD Surabaya Siapkan Antisipasi Dampak El Niño hingga Musim Hujan. (Foto: dok bicarasurabaya.com)

i

BPBD Surabaya Siapkan Antisipasi Dampak El Niño hingga Musim Hujan. (Foto: dok bicarasurabaya.com)

Bicarasurabaya.com – Pemkot Surabaya melalui BPBD memperkuat langkah antisipasi menghadapi dampak fenomena El Niño yang berpotensi membuat kemarau lebih kering. Mitigasi difokuskan pada pencegahan kebakaran, pengelolaan air, serta peningkatan kewaspadaan masyarakat.

Kepala BPBD Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan kondisi lingkungan yang semakin kering menjadi salah satu risiko yang perlu diantisipasi. Material di sekitar permukiman dapat lebih mudah terbakar ketika paparan matahari berlangsung terus-menerus.

“Kita harus selalu waspada karena ketika paparan sinar matahari berlangsung terus-menerus, kekeringan dapat meningkat. Kondisi itu membuat bahan-bahan di sekitar lebih mudah terbakar,” kata Irvan, Kamis (10/9/2026).

Karena itu, BPBD mengingatkan warga untuk tidak membakar sampah di lahan terbuka. Langkah tersebut penting terutama di kawasan padat penduduk yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi.

“Terutama di rumah-rumah padat penduduk, kerawanannya cukup tinggi. Antisipasi harus dimulai dari kesadaran masing-masing individu,” ujarnya.

Edukasi Warga Diperkuat

Antisipasi BPBD tidak hanya dilakukan ketika kebakaran atau kekeringan terjadi. Edukasi dan mitigasi dilakukan secara berkelanjutan melalui sekolah, pondok pesantren, lingkungan warga hingga media sosial.

Masyarakat diberikan pemahaman mengenai risiko cuaca kering sekaligus langkah sederhana untuk menguranginya. Warga juga diimbau menghindari pembakaran sampah sembarangan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap sumber api.

Baca Juga:  Razia Lapas Bondowoso, Petugas Temukan Paku hingga Silet

Selain kebakaran, BPBD mendorong masyarakat menggunakan air secara bijak. Kemarau yang lebih kering berpotensi menekan ketersediaan sumber daya air sehingga penghematan perlu dilakukan sejak awal.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo Taufiq Hermawan mengatakan El Niño dapat menurunkan curah hujan di sejumlah wilayah. Kondisi itu berpotensi berdampak pada ketersediaan air.

“Ketika curah hujan berkurang, sumber daya air seperti waduk, sungai maupun sumur juga dapat mengalami penurunan,” jelas Taufiq.

Baca Juga:  Eri Minta Laporan Guru Didigitalisasi, Fokus ke Pembelajaran

Kemarau yang berlangsung bersamaan dengan El Niño juga berpotensi lebih kering dan lebih panjang dibanding kondisi normal. Dampaknya tidak hanya kekeringan, tetapi juga meningkatnya risiko kebakaran.

Karena itu, kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat perlu berjalan bersamaan. Informasi cuaca dan iklim menjadi dasar untuk menentukan langkah antisipasi, sementara masyarakat berperan mengurangi risiko dari tingkat lingkungan.

Bagi BPBD Surabaya, pencegahan menjadi kunci. Sebelum kondisi kering berkembang menjadi bencana, warga didorong sudah memahami risiko, menghemat air, dan menghilangkan sumber-sumber api yang dapat memicu kebakaran. (BS/za)

Berita Terkait

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB