Pemkot Surabaya Pasang 219.427 Stiker Rumah Warga Miskin

- Publisher

Kamis, 29 Desember 2022 - 08:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penempelan stiker rumah warga miskin di kawasan Gubeng Klingsingan, Kecamatan Gubeng Surabaya, Rabu, 28 Desember 2022. (ist)

i

Penempelan stiker rumah warga miskin di kawasan Gubeng Klingsingan, Kecamatan Gubeng Surabaya, Rabu, 28 Desember 2022. (ist)


Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan pemasangan stiker 219.427 rumah keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial (bansos). Proses pemasangan stiker dimulai dari rumah KPM di kawasan Gubeng Klingisan, Kelurahan Gubeng, Kecamatan Gubeng Kota Surabaya, Rabu (28/12/2022).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, penempelan stiker sebagai bentuk transparansi publik sekaligus menunjukan ketidaktahuan pemerintah karena masih ada warganya yang miskin. Dan menurutnya, pemkot yang seharusnya malu karena masih ada warga Surabaya yang hidup di bawah garis kemiskinan.

“Berarti kalau sampai ada rumah ditempelkan stiker, bukan kami merendahkan mereka sebagai keluarga miskin, tapi betapa terpejamnya mata saya sebagai wali kota dan DPRD. Sehingga kami turun bersama (DPRD) menempel stiker itu,” kata Wali Kota Eri Cahyadi.

Ia mengakui bahwa penempelan stiker untuk rumah warga miskin tentu akan memunculkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Namun dalam ketentuannya, penempelan stiker rumah warga miskin ini telah diatur oleh peraturan dari pemerintah pusat.

“Sehingga kita tempel rumah itu dengan stiker keluarga miskin. Tapi saya sampaikan kepada pemilik rumah, ketika stiker keluarga miskin ini ditempelkan, maka bukan untuk merendahkan dan menunjukkan bahwa mereka adalah keluarga miskin,” ujar dia.

Meski begitu, Eri memastikan pemkot dan DPRD selanjutnya berupaya untuk mengentaskan keluarga itu dari kemiskinan dalam satu tahun ke depan. Hal itu pun dipastikannya juga menjadi koreksi bagi jajarannya di lingkungan Pemkot Surabaya.

Baca Juga:  15 SMP Negeri dan Swasta Siap Jalani PTM Terbatas

“Bukan berarti ada yang ngomong (bicara) penempelan stiker ini merendahkan orang miskin, tidak. Sebenarnya ketika stiker ditempelkan, maka itu melihat betapa masyarakatnya terbuka dengan pemerintahnya,” jelasnya.

Makanya pada tahun 2023 mendatang, Pemkot Surabaya bersama DPRD telah mengalokasikan anggaran Rp3 triliun untuk membuat program kerja bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Melalui anggaran tersebut, pihaknya ingin mengangkat perekonomian UMKM yang berasal dari keluarga miskin.

“Kita angkat agar tidak menjadi miskin dalam satu tahun ke depan. Sehingga orang Surabaya tidak njagakno (menggantungkan) bantuan saja. Tapi bagaimana dia bisa berusaha dan lepas dari kemiskinan,” paparnya.

Baca Juga:  FIFA Tunda Piala Dunia U-20 2021, Pemkot Tetap Kebut Renovasi Stadion GBT

Selain menempel stiker rumah warga miskin, di saat yang sama pemkot melalui Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya sekaligus memberikan bantuan modal usaha bagi mereka. Ada yang berupa modal usaha untuk toko kelontong hingga kopi keliling. Tujuannya tak lain, agar ekonomi keluarga itu ke depan bisa meningkat dan segera lepas dari kemiskinan.

“Jadi itu diberikan bantuan untuk ibunya agar dia bisa buka meracang (toko kelontong) di tempatnya sehari-hari. Kita berikan modal, untungnya bisa buat kulakan lagi. Sambil kita pantau, lurah dan Dinsos juga memantau,” tandasnya. (BS02)

Berita Terkait

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB