Abaikan Hasil Survei Prabowo-Khofifah, Gerindra Terbuka dengan Peluang Koalisi Lain di Pilpres 2024

- Publisher

Rabu, 31 Agustus 2022 - 21:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Tidar sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Rahayu Saraswati di Surabaya/bicarasurabaya.com

i

Ketua Umum Tidar sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Rahayu Saraswati di Surabaya/bicarasurabaya.com


Bicarasurabaya.com – Ketua Umum (Ketum) Tunas Indonesia Raya (Tidar) sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Rahayu Saraswati nampaknya sedikit “mengabaikan” hasil survei yang menempatkan pasangan Prabowo Subianto dengan Khofifah Indar Parawansa diangka yang cukup tinggi.

Ketum organisasi sayap Partai Gerindra ini menyatakan bahwa sesuai dengan hasil dari pertemuan pasca Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas), pihaknya telah menandatangani piagam kerja sama antara Gerindra dan PKB.

“Siapa yang akan diajukan sebagai capres maupun cawapres di tahun 2024, diserahkan sepenuhnya kepada Pak Prabowo dan Cak Imin,” ujarnya saat dikonfirmasi mengenai survei Prabowo-Khofifah pada acara pelantikan Pengurus Cabang (PC) Tidar Surabaya, Rabu (31/8/2022).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saraswati mengungkapkan, siapa yang akan jadi capres dan cawapres, semuanya sepenuhnya ada di tangan mereka.

Dia juga mengaku belum mengantongi nama-nama calon kandidat dan pihaknya sangat terbuka dengan partai manapun yang belum ada di koalisi.

Baca Juga:  Kembali Pimpin Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi dan Wawali Armuji Terima Dukungan dari Berbagai Elemen

“Makanya kan kita membuka peluang, silakan yang mau bergabung, tapi tentunya itu juga untuk cawapres. Posisinya capres dan cawapres masih sangat terbuka dan kita membuka komunikasi dengan partai-partai lain,” ucap wakil ketua umum DPP Partai Gerindra ini.

Saraswati menegaskan, pihaknya sudah menggelar deklarasi secara nasional bahwa pengurus cabang Tidar se-Indonesia tetap menginginkan Prabowo Subianto menjadi presiden Republik Indonesia tahun 2024.

“Sudah dinyatakan secara resmi bahwa semua DPD Gerindra dan organisasi sayap menyatakan menerima Bapak Prabowo bisa maju sebagai calon presiden. Selebihnya dari itu, kita serahkan ke beliau (Prabowo),” ujar dia.

Dikonfirmasi mengenai pelantikan PC Tidar Surabaya, Saraswati mengatakan, rasa semangat yang diperlihatkan oleh PC Tidar Surabaya, menjadi contoh nyata anak muda yang ada di Gerindra sangat bergelora untuk memenangkan Gerindra dan Prabowo Subianto di tahun 2024.

Baca Juga:  Gubernur Khofifah Bersama ACT dan YP3I Lepas Kapal Kemanusiaan ke Kalsel

“Kami adalah perwakilan dari anak muda, milenial dan generasi Z Gerindra, kita siap untuk berjuang, siap berkontribusi, membawa solusi, membawa perubahan di Indonesia, meraih kekuasaan untuk membawa perubahan yang lebih baik demi masa depan kita semua,” ucap dia.

Sebelumnya diberitakan, lembaga survei Political Weather Station (PWS) menyebutkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berpeluang menang jika dipasangkan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Hal itu diketahui dari simulasi pilpres yang digelar PWS. Dalam simulasi itu, Prabowo dipasangkan dengan banyak nama. Tingkat keterpilihan tertinggi adalah jika dipasangkan dengan Khofifah.

Peneliti PWS Mohammad Tidzi mengatakan, menduetkan sosok tidak semata-mata berbasis koalisi partai, melainkan berpijak pada orientasi mencari dukungan publik seluas mungkin.

Baca Juga:  3 Legislator Ditangkap dan Positif Narkoba, Ini Respons Gerindra

Tidzi menjelaskan, Prabowo dipasangkan dengan Khofifah dengan orientasi menguasai suara Jawa Timur dan Nahdlatul Ulama (NU) yang selama ini terbukti cukup menjadi penentu kemenangan capres-cawapres.

Simulasi akhirnya hanya diikuti dua pasangan yakni Prabowo-Khofifah berhadapan dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang orientasinya juga ingin menguasai suara Jatim dan NU.

Sebab, akhir-akhir ini Erick Thohir juga mengasosiasikan dirinya sebagai orang NU setelah menjadi anggota Banser.

Hasil survei PWS menunjukan bahwa sebanyak 45,6 persen responden mengaku akan memilih Prabowo-Khofifah, sementara Ganjar-Erick dipilih oleh 36,5 persen responden dan sisanya 17,9 persen menyatakan belum punya pilihan atau undecided voters. (BS03)

Berita Terkait

3 Legislator Ditangkap dan Positif Narkoba, Ini Respons Gerindra
Anggota DPRD Kabupaten Malang Dikabarkan Diamankan Polisi di Surabaya
RAPBD Surabaya 2027 Rp12,8 T, Anggaran Pendidikan Naik Jadi 22%
PDIP Siapkan Bursa Pilgub Jatim 2029, Ada Risma hingga Eri Cahyadi
Megawati Minta PDI-P Jatim Kembali Jadi Kandang Banteng di Pemilu 2029
Pakar ITS Ingatkan Gempa Susulan Flores hingga 2 Minggu ke Depan
Eks Bupati Ponorogo Dituntut 7 Tahun Penjara Kasus Suap dan Gratifikasi
Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam hingga UBS Kompak Menguat

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 14:27 WIB

3 Legislator Ditangkap dan Positif Narkoba, Ini Respons Gerindra

Rabu, 30 September 2026 - 10:36 WIB

Anggota DPRD Kabupaten Malang Dikabarkan Diamankan Polisi di Surabaya

Rabu, 30 September 2026 - 06:35 WIB

RAPBD Surabaya 2027 Rp12,8 T, Anggaran Pendidikan Naik Jadi 22%

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:31 WIB

PDIP Siapkan Bursa Pilgub Jatim 2029, Ada Risma hingga Eri Cahyadi

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:24 WIB

Megawati Minta PDI-P Jatim Kembali Jadi Kandang Banteng di Pemilu 2029

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB