Bicarasurabaya.com – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong akses informasi dan peluang beasiswa diperluas agar lebih banyak anak muda Jatim bisa melanjutkan pendidikan sesuai potensi dan cita-citanya.
Menurut Emil, persoalan akses pendidikan bukan hanya soal biaya. Banyak calon penerima beasiswa juga membutuhkan informasi yang jelas serta ruang konsultasi agar memahami pilihan dan mempersiapkan diri sejak awal.
Hal itu disampaikan Emil saat menjadi narasumber The Future Fest LPDP bersama Ketua Dekranasda sekaligus Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin di Westin Ballroom & Convention Hall Surabaya, Minggu (4/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Beasiswa bukan sekadar bantuan pembiayaan pendidikan, melainkan instrumen investasi sumber daya manusia,” kata Emil.
Karena itu, lanjut dia, informasi mengenai beasiswa harus dibuat lebih dekat dan mudah diakses generasi muda. Dengan begitu, calon penerima bisa memahami program yang tersedia sekaligus menyiapkan persyaratan lebih matang.
The Future Fest LPDP menghadirkan berbagai informasi mengenai pendidikan dan pendanaan, termasuk program beasiswa pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Calon penerima beasiswa dapat berkonsultasi langsung mengenai pilihan program studi, persyaratan, hingga tahapan pendaftaran.
Emil menilai fasilitas tersebut penting karena dapat membantu anak muda memetakan peluang pendidikan yang sesuai dengan minat dan kemampuan mereka.
Ia juga mengingatkan calon penerima beasiswa agar tidak sekadar mengejar pembiayaan pendidikan. Pilihan bidang studi perlu disesuaikan dengan kompetensi, potensi diri, kebutuhan pembangunan, serta perkembangan dunia kerja.
“Ketika pilihan program studi selaras dengan kebutuhan zaman dan potensi diri, investasi pendidikan akan memberikan dampak yang jauh lebih besar,” ujarnya.
Emil menilai pendidikan dan peningkatan kompetensi menjadi bekal penting bagi generasi muda menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan industri.
“Kita ingin anak-anak muda Jawa Timur tidak hanya menjadi penonton dari perubahan, tetapi menjadi bagian dari orang-orang yang menciptakan perubahan,” tuturnya.
Menurut Emil, pemerintah berperan membuka akses dan kesempatan, sementara generasi muda harus memanfaatkannya dengan persiapan serta kerja keras.
“Pemerintah hadir untuk membuka pintu kesempatan tersebut, sementara generasi muda harus mengambil kesempatan itu dengan persiapan dan kerja keras,” katanya.
Emil berharap The Future Fest dapat menjadi ruang yang mempertemukan generasi muda dengan berbagai peluang pendidikan dan pengembangan diri.
Ia ingin ekosistem pendidikan tidak berhenti di sekolah dan kampus, tetapi terhubung dengan berbagai kesempatan yang membantu anak muda menyiapkan masa depan. (BS/za)






