24 Pelamar Berebut Kursi Direksi KBS, Seleksi Utamakan Konservasi

- Publisher

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: dok KBS

i

Foto: dok KBS

Bicarasurabaya.com – Sebanyak 24 pelamar bersaing memperebutkan tiga posisi direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Kebun Binatang Surabaya (KBS). Dalam proses seleksi ini, Pemerintah Kota Surabaya tidak hanya menilai kemampuan manajerial, tetapi juga pemahaman calon terhadap konservasi satwa dan komitmen menjaga kesejahteraan hewan.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Surabaya, Syamsul Hariadi, mengatakan pengelolaan KBS memiliki karakter yang berbeda dengan badan usaha pada umumnya. Karena itu, direksi yang terpilih harus mampu menyeimbangkan aspek bisnis dengan fungsi konservasi, edukasi, sosial, dan lingkungan.

Baca Juga:  Layanan Kurban RPH Surabaya Diserbu, 73 Sapi Sudah Terdaftar

“Kami membutuhkan direksi yang tidak hanya memiliki kemampuan manajerial dan bisnis, tetapi juga memahami konservasi serta memiliki kepedulian terhadap satwa liar,” kata Syamsul, Selasa (4/8/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pendaftaran calon direksi dibuka pada 13-31 Juli 2026. Dari total 24 pelamar, delapan orang mendaftar sebagai Direktur Utama, 11 orang untuk Direktur Operasional dan Umum, serta lima orang untuk posisi Direktur Keuangan dan SDM.

Saat ini, Panitia Seleksi (Pansel) tengah melakukan verifikasi administrasi sesuai ketentuan PP Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah. Peserta yang lolos administrasi selanjutnya akan mengikuti psikotes.

Baca Juga:  Hari Pramuka, Khofifah Ajak Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan

Menurut Syamsul, psikotes bertujuan mengukur karakter, kepemimpinan, hingga kesesuaian kompetensi calon direksi dengan kebutuhan jabatan. Tahapan tersebut mengacu pada Permendagri Nomor 37 Tahun 2018.

Untuk memperkuat objektivitas penilaian, Pemkot Surabaya melibatkan berbagai pihak, mulai dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, akademisi, hingga tenaga ahli di bidang kedokteran hewan, lingkungan, hukum, serta ekonomi dan bisnis.

“Keterlibatan para ahli diperlukan agar penilaian terhadap calon direksi lebih komprehensif dan sesuai kebutuhan pengelolaan KBS,” ujarnya.

Baca Juga:  Imlek Jadi Momentum Toleransi, Khofifah Ajak Jatim Jaga Kerukunan

Syamsul menegaskan seluruh proses seleksi dilakukan secara profesional, transparan, objektif, dan berbasis kompetensi. Pemkot berharap tahapan tersebut menghasilkan direksi yang mampu mengembangkan KBS sebagai lembaga konservasi sekaligus badan usaha yang sehat dan berkelanjutan. (BS/za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB