Parade Juang 2025 Angkat Kisah Pahlawan Perempuan yang Terlupa

- Publisher

Minggu, 2 November 2025 - 22:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Parade Surabaya Juang 2025 Mengusung tema

i

Parade Surabaya Juang 2025 Mengusung tema "Surabaya Epic”, Minggu (2/11/2025). (Ist/Bs)

Bicarasurabaya.com – Parade Surabaya Juang 2025 berlangsung meriah. Puluhan ribu warga tumpah ruah di sepanjang rute parade mulai dari Jalan Pahlawan, Jalan Tunjungan, hingga Jalan Gubernur Suryo depan Gedung Balai Pemuda, Minggu (2/11/2025) siang.

Mengusung tema “Surabaya Epic”, parade tahun ini tampil berbeda dengan menyoroti kisah perjuangan pahlawan perempuan yang jarang dikenal publik.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menampilkan tokoh-tokoh seperti Lukitaningsih, pimpinan Laskar Putri yang berperan penting di dapur umum pada perjuangan 1945, dan “Mbok Dar Mortir”, sosok perempuan pejuang dalam pertempuran Kota Surabaya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam teatrikal kolosal, Lukitaningsih diperankan oleh Ketua TP PKK Surabaya, Rini Indriyani, sementara adegan lain menampilkan kisah heroik para perempuan yang ikut bertempur mempertahankan kemerdekaan.

Baca Juga:  Mudik Gratis Kapal Laut Jangkar-Raas dan Sapudi Resmi Diberangkatkan

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, yang berperan sebagai Gubernur Suryo, menegaskan pentingnya peran perempuan dalam setiap perjuangan bangsa.

“Perjuangan seorang perempuan saat itu sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa perempuan juga bisa berjuang dalam merebut kemerdekaan,” ujar Eri.

Ia menambahkan, semangat perjuangan itu kini diwujudkan dalam bentuk lain. Menurutnya, di zaman modern sekarang, peran wanita sangat penting untuk memberikan kemerdekaan di Kota Surabaya.

“Dalam melawan stunting, kemiskinan, kebodohan, dan putus sekolah, peran wanita melalui PKK, kader Posyandu, dan Kader Surabaya Hebat (KSH) sangat dibutuhkan,” lanjutnya.

Eri menekankan bahwa teatrikal Parade Surabaya Juang bukan sekadar pertunjukan, tetapi juga sarana pembelajaran bagi masyarakat untuk memperjuangkan Surabaya yang lebih baik.

“Saat ini waktunya kita bersatu padu meneruskan perjuangan kemerdekaan, bukan saling bertengkar, tapi menjadi satu kekuatan besar melawan kemiskinan dan kebodohan,” tegasnya.

Baca Juga:  Inflasi Pangan Dijaga, Surabaya Panen Cabai Rawit Varietas Ori

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berjuang sesuai kapasitas masing-masing.

“Semua elemen di Surabaya adalah pahlawan. Kita berjuang dengan kemampuan kita masing-masing agar Surabaya benar-benar merdeka, bukan untuk penguasanya, tapi untuk warganya,” tutur Eri.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Hidayat Syah, menambahkan parade juga menampilkan tokoh Soegiarto, bek Persebaya yang turut bertempur pada 10 November 1945.

“Soegiarto adalah pemain bola yang bergabung bersama pejuang Arek-arek hingga gugur di medan perang,” ujar Hidayat.

Sementara itu, Sekretaris Disbudporapar Surabaya Heri Purwadi menjelaskan, parade kali ini melibatkan lebih dari 2.000 peserta dan disajikan dalam tiga titik teatrikal utama yakni, Tugu Pahlawan, Perempatan Siola, dan Balai Pemuda.

Baca Juga:  Terima Bantuan dari Mensos Risma, Wali Kota Eri: Ini Penyemangat Baru di Daerah!

“Parade ini melintasi jalur bersejarah seperti Jalan Tunjungan, berhenti di depan Hotel Majapahit untuk prosesi penghormatan bendera, kemudian berakhir di Balai Pemuda,” jelasnya.

Heri menegaskan, Parade Surabaya Juang bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi juga strategi promosi pariwisata dan budaya Kota Pahlawan.

“Acara ini diajukan kembali masuk daftar Karisma Event Nusantara (KEN) dan dirangkai dengan side event yang memberi dampak ekonomi positif bagi UMKM,” paparnya.

Rangkaian peringatan Hari Pahlawan 2025 di Surabaya mencakup tiga agenda besar. Yakni, Tjangkroekan Djoeang di Tugu Pahlawan (31 Oktober–1 November), Parade Surabaya Juang pada 2 November, dan penutupan dengan HerockMob, festival musik rock di Plaza Internasio Kota Lama Surabaya pada 8 November 2025. (Bs/Yan)

Berita Terkait

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City
Ledakan Guncang Pakuwon City Surabaya, 5 Orang Luka

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:48 WIB

58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Berita Terbaru