Bicarasurabaya.com – Masjid Nasional Al Akbar Surabaya terus mengembangkan program ketahanan pangan berbasis teknologi. Terbaru, kawasan masjid tersebut menghadirkan Al-Akbar FishTech, budidaya ikan air tawar dengan sistem modern, sekaligus memanen ratusan buah melon hasil urban farming.
Peresmian dilakukan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi kompleks Masjid Al Akbar Surabaya. Dalam kesempatan itu, Khofifah juga menebar ribuan benih ikan lele, patin, dan nila merah ke sejumlah kolam budidaya.
Al-Akbar FishTech menggunakan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS), yakni metode budidaya yang memungkinkan penggunaan air lebih efisien dan cocok diterapkan di kawasan perkotaan dengan lahan terbatas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Khofifah menilai inovasi tersebut menunjukkan bahwa penguatan ketahanan pangan tidak selalu membutuhkan lahan yang luas.
“Kalau bicara ketahanan pangan tidak harus ratusan hektare. Di area yang ada ternyata tetap dimungkinkan, dan ini bisa menjadi referensi,” kata Khofifah dalam keterangannya yang diterima, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, keberadaan FishTech dapat menjadi sarana edukasi sekaligus contoh pemanfaatan ruang yang produktif di lingkungan masjid. Selain menjadi tempat ibadah, kawasan masjid dinilai dapat mengambil peran lebih luas dalam pemberdayaan masyarakat.
Selain meresmikan FishTech, Khofifah juga memanen sedikitnya 546 buah melon dari greenhouse yang berada di area Masjid Al Akbar. Melon yang dipanen berasal dari lima varietas, yakni Dalmatian, Inthanon RZ, Sweet Hami, Alisha F1, dan Leoni.
Budidaya melon tersebut telah memanfaatkan teknologi Smart Green House berbasis Internet of Things (IoT). Sistem ini memungkinkan pengelola memantau suhu, kelembapan, intensitas cahaya, hingga kebutuhan nutrisi tanaman secara real time.
Teknologi tersebut dinilai membantu meningkatkan efisiensi budidaya sekaligus menjaga kualitas hasil panen. Sejauh ini, kawasan urban farming Masjid Al Akbar juga menghasilkan berbagai jenis sayuran dan tanaman herbal.
Ke depan, pengembangan budidaya ikan dan pertanian berbasis teknologi di kawasan masjid diharapkan tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat yang ingin mengembangkan konsep serupa di lingkungan masing-masing.
“Masjid memiliki potensi besar untuk menjadi pusat kemajuan dan kemakmuran umat,” ujar Khofifah.
Di tengah tantangan keterbatasan lahan perkotaan, langkah yang dilakukan Masjid Al Akbar menunjukkan bahwa ruang yang tersedia tetap dapat dioptimalkan menjadi kawasan produktif, sekaligus memberi manfaat ekonomi dan edukasi bagi masyarakat.(BS/za)











