Bicarasurabaya.com – Sebanyak 65 kepala sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB resmi dilantik di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan Jawa Timur sekaligus menjaga capaian prestasi yang selama ini menempatkan provinsi tersebut sebagai salah satu barometer pendidikan nasional.
Para kepala sekolah yang dilantik diingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan kebijakan pemerintah, melainkan juga peran kepala sekolah dan guru sebagai ujung tombak yang berhadapan langsung dengan peserta didik setiap hari.
Selama tujuh tahun berturut-turut, Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada 2026, sebanyak 29.046 siswa Jawa Timur diterima melalui jalur SNBP dan 24.213 siswa lolos melalui SNBT. Capaian tersebut disebut sebagai hasil kerja bersama seluruh ekosistem pendidikan, mulai dari guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan hingga orang tua siswa.
Sejumlah sekolah dan program pemerataan pendidikan juga dinilai berkontribusi terhadap peningkatan prestasi siswa, di antaranya SMK Puri Mojokerto, SMA Cerme Gresik, hingga program Mama Mau Naik Kelas di Madura.
Dalam arahannya, Khofifah Indar Parawansa menegaskan kepala sekolah tidak cukup berperan sebagai administrator sekolah. Mereka harus mampu menjadi pemimpin perubahan yang membangun budaya belajar, meningkatkan mutu pendidikan, sekaligus memperkuat karakter peserta didik.
“Kepala sekolah SMA dan SMK merupakan ujung tombak yang menerjemahkan kebijakan pendidikan menjadi layanan yang dirasakan langsung oleh peserta didik dan masyarakat,” ujarnya dalam keterangannya yang dikutip, Jumat (5/6/2026).
Selain kepala sekolah, guru juga memegang peran strategis dalam menyiapkan generasi masa depan. Pendidikan, menurutnya, tidak hanya bertugas mencetak siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga membangun integritas dan karakter yang kuat.
Karena itu, ekosistem pendidikan di sekolah diharapkan mampu melahirkan peserta didik yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.
Tantangan tersebut dinilai semakin penting mengingat Indonesia akan memasuki periode bonus demografi hingga 2035 dan menargetkan terwujudnya Indonesia Emas 2045. Generasi yang saat ini menempuh pendidikan di bangku sekolah diharapkan menjadi pengisi berbagai posisi strategis pada masa mendatang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan dari 65 kepala sekolah yang dilantik, sebanyak 30 orang merupakan promosi dari guru menjadi kepala sekolah, sedangkan 35 lainnya merupakan hasil mutasi dan rotasi.
Menurut Aries, seluruh kepala sekolah telah melalui proses seleksi, evaluasi, dan pendidikan calon kepala sekolah sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami berharap mereka menjadi teladan dan mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan di sekolah masing-masing,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, juga diberikan penghargaan kepada Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo, Gresik, dan Mojokerto atas capaian jumlah siswa terbanyak yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBT 2026.
Pelantikan tersebut menjadi momentum memperkuat peran kepala sekolah dan guru sebagai garda terdepan pendidikan, sekaligus menjaga tren positif prestasi siswa Jawa Timur di tingkat nasional.(BS/za)








