Emil Dardak: SPPG Bermasalah Akan Disanksi Usai 200 Siswa Keracunan MBG

- Publisher

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

402 dapur MBG di Jatim terdampak moratorium, (Foto: dok bicarasurabaya)

i

402 dapur MBG di Jatim terdampak moratorium, (Foto: dok bicarasurabaya)

Bicarasurabaya.com – Pemerintah memastikan akan mengevaluasi dan memberi sanksi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti bermasalah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah itu menyusul insiden keracunan massal yang dialami sekitar 200 siswa di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya.

Ketua Satgas MBG Jawa Timur sekaligus Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menegaskan, kewenangan pemberian sanksi berada di tangan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kewenangan pemberian sanksi tentu dilakukan secara kolektif, tapi utamanya oleh BGN terhadap SPPG yang mengalami insiden,” kata Emil dalam keterangannya yang dikutip, Selasa (12/5/2026).

Belasan siswa alami mual, muntah usai menyantap menu MBG di sekolah dan harus mendapat perawatandi Puskesmas . (Foto: tangkapan layar @nmrrg)

Menurut Emil, sanksi tidak akan dijatuhkan secara terburu-buru. BGN masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab insiden sebelum menentukan langkah lanjutan.

Setelah evaluasi dilakukan, SPPG yang terkena sanksi juga akan berada dalam pengawasan untuk memastikan adanya perbaikan sistem dan standar keamanan pangan.

Namun, Emil belum merinci jumlah SPPG yang tengah dievaluasi. Ia menyebut pemerintah saat ini memprioritaskan penanganan kasus di Surabaya.

“Kita fokus pada insiden yang terjadi di Surabaya dulu,” ujarnya.

Baca Juga:  Tersangka Pungli ESDM Jatim Bertambah Jadi Empat, Diduga Raup Rp 145 Juta

Kasus keracunan ini menimpa sekitar 200 siswa TK, SD, hingga SMP di kawasan Tembok Dukuh setelah menyantap menu MBG dari satu dapur penyedia yang sama. Dugaan sementara mengarah pada menu olahan daging krengsengan, meski penyebab pastinya masih menunggu hasil uji laboratorium.

Di tengah penyelidikan, BGN memutuskan menutup sementara dapur SPPG Tembok Dukuh.

Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo mengatakan evaluasi menyeluruh sedang dilakukan sebelum dapur kembali beroperasi.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Turun Rp 7.000, Kini Rp 2,947 Juta per Gram

“Kami evaluasi dahulu dan sementara dapur ditutup sampai proses tindak lanjut selesai,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Tembok Dukuh, Chafi Alida Najla menyebut distribusi MBG langsung dihentikan setelah laporan keracunan muncul dari 12 sekolah penerima.

SPPG tersebut sebelumnya melayani 13 sekolah dengan total sekitar 3.020 porsi makanan per hari dan telah beroperasi sejak Februari 2026.

Pihak pengelola juga menyatakan siap menanggung biaya pengobatan seluruh siswa terdampak sambil menunggu hasil laboratorium terkait sampel makanan yang diperiksa.(BS/za)

Berita Terkait

Mulai 1 Desember, KAI Pangkas Waktu Perjalanan KA hingga 53 Menit
Rumah Subsidi 18 M² Dinilai Bisa Layak Huni, Ini Syaratnya
Ekonomi RI Tumbuh 5,47% di Kuartal III 2026, Ini Penopangnya
Semeru Erupsi Lagi, Awan Panas Meluncur 3 Km dari Puncak
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 3.000, Buyback Turun Rp 13.000
Kampung Pancasila di Surabaya Jangan Jadi Agenda Seremonial, Ini Kritik Akademisi
Atap Rumah Jebol, Musripa Dapat Bantuan Rutilahu Rp 25 Juta
Cuaca Surabaya Hari Ini Berawan, Suhu Maksimal 36 Derajat

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 15:23 WIB

Mulai 1 Desember, KAI Pangkas Waktu Perjalanan KA hingga 53 Menit

Kamis, 5 November 2026 - 14:18 WIB

Rumah Subsidi 18 M² Dinilai Bisa Layak Huni, Ini Syaratnya

Kamis, 5 November 2026 - 12:39 WIB

Ekonomi RI Tumbuh 5,47% di Kuartal III 2026, Ini Penopangnya

Kamis, 5 November 2026 - 11:12 WIB

Semeru Erupsi Lagi, Awan Panas Meluncur 3 Km dari Puncak

Kamis, 5 November 2026 - 09:17 WIB

Kampung Pancasila di Surabaya Jangan Jadi Agenda Seremonial, Ini Kritik Akademisi

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto: dok bicarasurabaya.com)

Bicara Jatim

Mulai 1 Desember, KAI Pangkas Waktu Perjalanan KA hingga 53 Menit

Kamis, 5 Nov 2026 - 15:23 WIB

Ilustrasi perumahan subsidi

Bicara Ekonomi

Rumah Subsidi 18 M² Dinilai Bisa Layak Huni, Ini Syaratnya

Kamis, 5 Nov 2026 - 14:18 WIB

Ilustrasi (Foto: ist)

Bicara Ekonomi

Ekonomi RI Tumbuh 5,47% di Kuartal III 2026, Ini Penopangnya

Kamis, 5 Nov 2026 - 12:39 WIB

Semeru Meletus 3 Kali, Awan Panas Guguran Meluncur 3 Km. (Foto: PVMBG)

Bicara Jatim

Semeru Erupsi Lagi, Awan Panas Meluncur 3 Km dari Puncak

Kamis, 5 Nov 2026 - 11:12 WIB