Bicarasurabaya.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau rumah Musripa (51), warga Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, yang mendapat bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Rumah yang ditempati Musripa bersama suami dan seorang anak penyandang disabilitas grahita itu mengalami sejumlah kerusakan. Atap rumah jebol, sedangkan kamar mandinya tidak layak digunakan.
Kondisi ekonomi keluarga juga membuat mereka kesulitan memperbaiki rumah secara mandiri. Suami Musripa sehari-hari bekerja sebagai tukang becak dengan penghasilan terbatas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat berdialog dengan Musripa, Khofifah mendengarkan langsung kondisi rumah dan kehidupan keluarga tersebut. Kunjungan itu turut didampingi Bupati Probolinggo Muhammad Haris dan perwakilan BAZNAS Jawa Timur.
Khofifah bersama Musripa, Bupati Probolinggo, dan pihak BAZNAS kemudian melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya renovasi rumah.
Musripa menjadi satu dari dua warga Kecamatan Kraksaan yang menerima bantuan renovasi Rutilahu senilai Rp 25 juta. Penerima lainnya adalah Bahri, warga Kelurahan Sidopekso.
Bantuan tersebut berasal dari kolaborasi BAZNAS Provinsi Jawa Timur sebesar Rp 20 juta dan BAZNAS Kabupaten Probolinggo sebesar Rp 5 juta untuk setiap penerima.
Khofifah mengatakan renovasi Rutilahu tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan. Aspek keamanan, sanitasi, dan kesehatan lingkungan juga harus diperhatikan agar rumah benar-benar layak dihuni.
“Bagaimana kondisi bangunannya, apakah sanitasinya memadai atau tidak, kita upayakan hal tersebut,” kata Khofifah.
Menurutnya, rumah layak huni merupakan kebutuhan dasar yang berpengaruh terhadap kualitas hidup masyarakat. Karena itu, pemerintah perlu memperluas jangkauan program Rutilahu, terutama bagi warga miskin dan kelompok rentan.
Khofifah juga mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan BAZNAS agar semakin banyak warga yang bisa menerima bantuan.
Ia berharap renovasi rumah penerima bantuan dapat diselesaikan sebelum Hari Raya Idulfitri. Meski demikian, percepatan pengerjaan tetap harus memperhatikan kualitas bangunan.
“Penguatan dan perluasan Rutilahu harus membangun sinergi bersama BAZNAS. Kuncinya sinergi, sinergi, sinergi. Selain itu, ditargetkan sebelum Hari Raya Idulfitri,” ujarnya.
Program bantuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Bagi Musripa, bantuan itu menjadi kesempatan untuk memperbaiki kondisi rumah yang selama ini sulit diwujudkan dengan penghasilan keluarga.
“Saya bersama suami yang sehari-hari bekerja sebagai tukang becak dan satu anak mengucapkan terima kasih. Kami bahagia dan bangga sudah dibantu bedah rumah sehingga bisa tinggal dengan layak,” kata Musripa. (BS/za)











