1.000 Penari Remo Meriahkan Napak Tilas Sawunggaling di Surabaya

- Publisher

Senin, 6 Oktober 2025 - 10:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan penari meriahkan napak tilas sembrani nusantara. (Foto: Dok Humas Pemkot/BS)

i

Ribuan penari meriahkan napak tilas sembrani nusantara. (Foto: Dok Humas Pemkot/BS)

Bicarasurabaya.com – Ribuan warga memenuhi kawasan Lidah Wetan hingga Taman Bungkul, Minggu (5/10/2025), untuk menyaksikan gelaran budaya Sembrani Bumi Nusantara 2025. Dengan tema “Napak Tilas – Babat Alas Suroboyo”, acara ini menghadirkan tari remo massal oleh 1.000 pelajar serta prosesi napak tilas perjalanan Raden Sawunggaling, tokoh legendaris yang dikisahkan sebagai peletak dasar Kadipaten Surabaya.

Kegiatan dimulai dari prosesi sungkeman di Makam Raden Sawunggaling, dilanjutkan pawai budaya dan gebyar tari remo massal di Jalan Raya Lidah Wetan. Dari sana, peserta bergerak menuju Taman Bungkul, melewati sejumlah titik pertunjukan teatrikal yang menggambarkan pertemuan Sawunggaling dengan Sawungsari dan Sawungrono, lengkap dengan simbol pertarungan ayam jago yang melegenda.

Baca Juga:  Diskominfo Surabaya Borong 5 Penghargaan JKF 2022

Perjalanan napak tilas yang menempuh rute Lidah Wetan hingga Taman Bungkul dimaknai sebagai perjalanan Sawunggaling mencari jati diri dan bertemu ayahandanya, Adipati Jayengrono, di Kadipaten Surabaya (kini Balai Kota).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Napak tilas ini menapaktilasi perjalanan Raden Sawunggaling ketika mencari ayahnya. Maknanya, generasi muda bisa meneladani semangat perjuangan sekaligus mengenal akar sejarah Surabaya,” ujar Lurah Lidah Wetan, Andri Kurniawan.

Menurutnya, kegiatan ini sudah menjadi tradisi tahunan dalam rangkaian Sedekah Bumi Surabaya. Tahun ini, napak tilas terasa istimewa dengan peresmian Monumen Ayam Jago di Lidah Wetan, simbol yang erat dengan kisah Sawunggaling.

Baca Juga:  Pakar Hukum Unair Pastikan Langkah Pemkot Surabaya Selesaikan Surat Ijo Sudah Sesuai Aturan

Tak hanya warga setempat, peserta napak tilas datang dari Mojokerto, Malang, hingga berbagai sanggar seni di Surabaya. Total peserta mencapai sekitar 2.000 orang. “Tahun ini lebih meriah dibanding sebelumnya. Dukungan dari berbagai pihak membuat masyarakat antusias,” kata Ketua Pelaksana Sembrani Bumi Nusantara 2025, Prayugi Imaduddin.

Selain pawai budaya dan teatrikal, peserta disuguhi kuliner tradisional dalam sesi Jajanan Ndeso di Taman Bungkul, sebelum prosesi ditutup dengan Sodoran Gendero Tunggul Yudho dan tumpengan sebagai simbol syukur Sedekah Bumi.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Hidayat Syah, menegaskan dukungan penuh Pemkot terhadap kegiatan tahunan ini. “Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyambut baik Sembrani Bumi Nusantara yang sudah digelar tiga tahun berturut-turut. Kegiatan ini penting sebagai sarana pewarisan nilai budaya kepada generasi muda,” ucapnya.

Baca Juga:  Operasi SAR Ponpes Al-Khoziny: Dua Jenazah dan Potongan Tubuh Ditemukan, Total Korban Capai 124 Orang

Selain napak tilas, Sembrani Bumi Nusantara 2025 juga menghadirkan agenda seni dan religius. Pada 8 Oktober digelar pertunjukan campursari, disusul Khotmil Qur’an dan doa bersama pada 11 Oktober.

“Semua rangkaian ini terbuka untuk masyarakat umum. Kami ingin menjadikan Sembrani Bumi Nusantara bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga ajang mempererat kebersamaan warga,” tambah Prayugi.(BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB