Fiskal Tertekan, Surabaya Kaji KPBU untuk Perbaikan Jalan

- Publisher

Kamis, 23 April 2026 - 10:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: dok Diskominfo

i

Foto: dok Diskominfo

Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota Surabaya mengkaji skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dengan pola Availability Payment (AP) untuk menjaga keberlanjutan pembangunan di tengah tekanan fiskal.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan opsi tersebut tengah dipelajari, terutama untuk proyek infrastruktur jalan seperti perbaikan dan overlay. Pemkot juga akan berkoordinasi dengan DPRD sebelum skema ini diterapkan.

“Kami masih mempelajari KPBU-AP. Nanti akan kami koordinasikan dengan DPRD,” kata Eri yang dikutp, Kamis (23/4/2026).

Langkah ini diambil menyusul menurunnya kapasitas fiskal daerah, seiring berkurangnya sejumlah sumber pendapatan, termasuk Transfer ke Daerah (TKD) dan Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau (CHT).

Eri mengungkapkan, total penurunan anggaran yang dihadapi Pemkot Surabaya mencapai lebih dari Rp1 triliun. Kondisi ini memaksa pemerintah daerah melakukan penyesuaian prioritas.

“Anggaran kita turun lebih dari Rp1 triliun. Ini jadi tantangan karena TKD dan DBH cukai juga menurun,” ujarnya.

Baca Juga:  Kebakaran Rumah di Petemon Timur Surabaya Tewaskan Balita 4 Tahun

Berdasarkan data 2026, Surabaya menerima DBH CHT sebesar Rp29,3 miliar, turun dari Rp56,7 miliar pada 2025 atau berkurang sekitar 48,3 persen.

Dengan kondisi tersebut, Pemkot dihadapkan pada pilihan antara mempertahankan program sosial atau mempercepat pembangunan infrastruktur.

“Kita harus memilih, tetap jalankan program seperti rutilahu, pendidikan gratis, kesehatan gratis, atau fokus ke perbaikan jalan,” kata Eri.

Meski demikian, ia memastikan seluruh kebijakan akan dibahas bersama DPRD. Skema KPBU-AP diharapkan menjadi jalan tengah agar proyek pembangunan tetap berjalan tanpa membebani keuangan daerah secara langsung.

Baca Juga:  Hari Pramuka, Khofifah Ajak Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan

Pemkot menargetkan keputusan terkait skema ini dapat segera difinalisasi setelah melalui pembahasan bersama legislatif.(BS/za)

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB