Surabaya Perbarui Data Sosial Ekonomi Warga, Jadi Percontohan Nasional

- Publisher

Rabu, 1 Oktober 2025 - 07:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Badan Pusat Statistik (BPS) akan melakukan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) mulai 1 hingga 31 Oktober 2025. Program ini digadang menjadi percontohan nasional dalam penyatuan data kependudukan dan sosial ekonomi.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan, pemutakhiran data dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan BPS dan Kader Surabaya Hebat (KSH) yang telah lulus pelatihan. “Semuanya turun bareng, ada pegawai pemkot, BPS, dan kader KSH yang sudah tersertifikasi,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (1/10/2025).

Baca Juga:  Surabaya Serap 5.120 Tenaga Kerja hingga Juli 2026, Investasi Jadi Andalan

Eri menargetkan, proses pemutakhiran di Surabaya rampung pada Oktober ini. “Kita ditunjuk sebagai percontohan nasional, jadi targetnya harus selesai bulan ini,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Surabaya, M. Fikser, menjelaskan pemutakhiran DTSEN menjadi fondasi penting dalam perumusan kebijakan yang akurat. Sebelumnya, Pemkot telah menggelar pelatihan petugas pada 25–28 September 2025 untuk memastikan kualitas pendataan.

Menurut Fikser, ada tiga tujuan utama pemutakhiran DTSEN. Pertama, mewujudkan Satu Data sehingga pemerintah memiliki satu sumber rujukan untuk seluruh program, mulai dari subsidi hingga perlindungan sosial. Kedua, menjamin program tepat sasaran. “Tanpa data terbaru, bantuan sosial rawan salah sasaran. Dengan DTSEN, kami meminimalkan kesalahan penerima maupun yang terlewat,” jelasnya.

Baca Juga:  Stok Pangan Surabaya Aman Jelang Imlek dan Ramadan, Harga Stabil

Ketiga, data yang mutakhir mendukung perencanaan pembangunan jangka panjang. “Khususnya untuk merancang intervensi berbasis bukti di sektor kesehatan, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan,” tambah Fikser.

Pendataan dilakukan dengan metode door-to-door ke rumah warga selama Oktober. Pemkot mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif demi menghasilkan data yang akurat, yang nantinya menjadi dasar kebijakan sosial ekonomi Surabaya sekaligus model bagi kota lain di Indonesia.(BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB