Pemkot Surabaya Bantah Isu Pemborosan Anggaran, Pastikan Transparansi dan Fokus pada Infrastruktur

- Publisher

Jumat, 26 September 2025 - 09:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan pengelolaan anggaran daerah dilakukan secara transparan dan akuntabel. Sejumlah isu yang menyebut adanya pemborosan, mulai dari alokasi makan-minum (mamin), perjalanan dinas luar negeri, hingga pinjaman daerah, dipastikan tidak sesuai fakta.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Surabaya, M. Fikser, menjelaskan bahwa seluruh pos anggaran disusun melalui mekanisme ketat dan diarahkan untuk kepentingan publik. “Anggaran mamin, misalnya, digunakan untuk kegiatan kemasyarakatan atau menjamu tamu dari luar daerah, bukan konsumsi rutin ASN,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Jumat (26/9/2025).

Baca Juga:  Ada Laporan Warga Manukan Kulon yang Putus Sekolah, Ini Klarifikasi Lurah

Terkait pemberitaan 557 ribu paket makan lapangan senilai Rp15,3 miliar, Fikser menegaskan alokasi itu juga ditujukan untuk acara publik, seperti Festival Rujak Uleg, bukan untuk wali kota atau pejabat internal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fikser juga membantah isu anggaran perjalanan dinas luar negeri sebesar Rp8,63 miliar. Menurutnya, sejak pandemi Covid-19, Pemkot Surabaya tidak lagi mengalokasikan dana perjalanan ke luar negeri kecuali jika seluruh biaya ditanggung penyelenggara.

“Kami memang punya kerja sama sister city dengan 25 kota, tapi yang dikirim biasanya tenaga teknis seperti guru atau tenaga medis. Itu pun dengan izin Kemendagri. Bahkan mulai 2025, atas arahan Wali Kota Eri Cahyadi, anggaran dinas luar negeri sudah dihapus,” jelasnya.

Baca Juga:  Suka Pukul Pemotor dan Mobil, Satpol PP Surabaya Amankan Supeltas di Kedung Cowek

Menanggapi kabar penyewaan ribuan peralatan seperti kipas angin, tenda, hingga panggung, Fikser menyebut penganggaran kini dipusatkan di satu perangkat daerah. Tujuannya, agar lebih efisien dan memudahkan pengawasan. “Peralatan itu juga digunakan untuk kegiatan masyarakat, bukan semata-mata untuk internal Pemkot,” katanya.

Soal pinjaman Pemkot Surabaya melalui Bank Jatim berbunga tinggi, Fikser meluruskan bahwa suku bunga yang disepakati jauh lebih rendah, bahkan di bawah 6 persen. “Pinjaman ini tanpa jaminan, telah dikonsultasikan ke Kemendagri dan Kemenkeu, serta sepenuhnya untuk pembangunan infrastruktur seperti rumah sakit dan fasilitas strategis lain,” tegasnya.

Baca Juga:  Vaksinasi Dosis Kedua untuk Pelajar SMP Digelar di Islamic Center Surabaya

Ia memastikan setiap pengajuan pinjaman dilakukan dengan kehati-hatian. “Kemampuan fiskal daerah, kajian ekonomi, dan mitigasi risiko selalu dihitung. Setiap rupiah diarahkan untuk pembangunan yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” pungkas Fikser. (BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB