39 Bangunan Liar di Asemrowo Dibongkar, Saluran Dipulihkan untuk Cegah Banjir

- Publisher

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bicarasurabaya.com – Sebanyak 39 bangunan liar (bangli) yang berdiri di atas saluran air dan badan jalan di Jalan Tambak Mayor Gang VI C, Kelurahan Asemrowo, Surabaya, ditertibkan. Langkah ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi saluran yang selama ini tertutup bangunan dan kerap memicu genangan saat hujan.

Penertiban bermula dari laporan warga yang mengeluhkan keberadaan bangunan di atas saluran. Setelah dilakukan pengecekan lapangan, diketahui sejumlah bangunan memang berdiri di atas fasilitas umum sehingga menghambat pemeliharaan saluran.

Baca Juga:  Eri Ingatkan Warga Surabaya Jangan Pinjamkan KTP untuk Beli Mobil

Camat Asemrowo Mohammad Zulchaidir mengatakan sebagian warga telah membongkar bangunannya secara mandiri setelah dilakukan sosialisasi. Sementara bangunan permanen yang sulit dibongkar ditertibkan bersama sejumlah organisasi perangkat daerah sejak pertengahan Juni.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proses pembongkaran berlangsung cukup lama karena lokasi berada di gang sempit dengan lebar sekitar 1,5 meter. Kondisi tersebut membuat alat berat tidak bisa masuk sehingga pembongkaran dilakukan secara manual.

Dari total 39 bangunan yang ditertibkan, sebagian besar telah dibongkar. Sisanya masih dalam tahap penyelesaian dan pembersihan material.

Baca Juga:  PSMS Petik Pelajaran Berharga usai Kalah dari Persebaya

Menurut Zulchaidir, pengembalian fungsi saluran menjadi tujuan utama penertiban. Selama ini, saluran yang tertutup bangunan menyulitkan petugas melakukan normalisasi dan pengangkutan sedimen.

“Kalau saluran tertutup bangunan, proses pemeliharaan dan pengangkatan sedimen menjadi sulit,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip, Selasa (23/6/2026).

Akibat kondisi tersebut, kawasan Tambak Mayor Gang VI C kerap mengalami genangan ketika kapasitas saluran menurun karena sedimentasi yang tidak bisa dibersihkan secara optimal.

Setelah seluruh bangunan selesai dibongkar, petugas akan melanjutkan pengerukan sedimen agar aliran air kembali lancar dan risiko genangan dapat diminimalkan.

Baca Juga:  Kebakaran Bromo Capai 742 Hektare, Water Bombing Terus Dikebut

Penertiban ditargetkan rampung pada 25 Juni 2026. Selain pembongkaran, petugas masih melakukan pengangkutan sisa material bangunan secara bertahap karena akses gang yang terbatas.

Dengan terbukanya kembali saluran air, diharapkan persoalan genangan yang selama ini dikeluhkan warga dapat berkurang, sekaligus mengembalikan fungsi fasilitas umum sebagaimana mestinya. (BS/za) 

Berita Terkait

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB