Surabaya Dirikan Sekolah Orang Tua Hebat

- Publisher

Senin, 26 Juni 2023 - 07:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bunda PAUD Surabaya, Rini Indriyani saat berkunjung ke Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) BKB Harapan Bangsa I /dok. Pemkot Surabaya

i

Bunda PAUD Surabaya, Rini Indriyani saat berkunjung ke Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) BKB Harapan Bangsa I /dok. Pemkot Surabaya


Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berkomitmen penuh dalam melakukan pencegahan, serta penuntasan terjadinya kasus stunting akibat kurang tepatnya pola asuh orang tua kepada anak-anak.

Karenanya, pemkot bersama Tim Penggerak (TP) PKK Surabaya, Rini Indriyani beserta Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Timur menggelar Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH).

Di Surabaya, telah terdapat 5 SOTH Bina Keluarga Balita (BKB) percontohan. Di antaranya BKB Harapan Bangsa (Kelurahan Karangpoh, Kecamatan Tandes), BKB Pucang Kencana (Kelurahan Pucang Sewu, Kecamatan Gubeng) dan BKB Kuncup Teratai (Kelurahan Kapasari, Kecamatan Genteng).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemudian, BKB Puspa Hati (Kelurahan Nginden Jangkungan, Kecamatan Sukolilo) dan BKB Dahlia Indah (Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo Surabaya).

Pelaksanaan SOTH di Surabaya juga telah dilengkapi dengan kurikulum pendidikan, silabus, pemetaan instruktur, rencana kegiatan pembelajaran, perangkat monitoring, jurnal, absensi peserta, absensi pengelola, buku tamu, hingga mars SOTH.

Sebab, SOTH berfungsi untuk membangun komitmen dalam berkomunikasi antara orang tua dengan anak. Yakni, memberikan program intensif kepada orang tua balita yang sebagian besar adalah generasi milenial.

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Surabaya, Rini Indriyani mengatakan, penyebab terjadinya stunting tidak hanya mengenai persoalan ekonomi, penyakit bawaan, maupun kurangnya mengkonsumsi makanan bergizi.

Namun, kata dia, 50 persen diantaranya, disebabkan oleh kurang tepatnya pola asuh pada anak. Oleh sebab itu, SOTH merupakan sekolah pengasuhan untuk meningkatkan kemampuan orang tua dalam mengasuh balita, khususnya agar lebih memahami kebutuhan psikologis anak.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Beri Relaksasi Pajak BPHTB hingga 50 Persen

“Insyaallah akan kita bentuk SOTH lainnya di 153 kelurahan yang tersebar di 31 kecamatan di Surabaya. Jadi saat orang tua mengikuti SOTH, mereka belajar dan mendapat materi. Di sisi lain, anak-anak mereka bisa bermain untuk melatih gerak motoriknya, tentunya dengan pendampingan dari kami,” kata Rini Indriyani usai berkunjung di BKB Harapan Bangsa Kelurahan Karangpoh, Kecamatan Tandes, Minggu (25/6/2023).

Rini Indriyani menjelaskan, SOTH juga melakukan berbagai inovasi, balita diharapkan bisa merasa betah selama menunggu orang tua mereka belajar.

Ia mencontohkan, ketika orang tua belajar, balita dapat bermain trampolin, jungkat-jungkit, ayunan, perosotan, hingga berenang. Setelah itu, balita mendapat makanan bergizi, seperti susu maupun makanan bergizi yang lainnya.

“Seluruh warga Surabaya bisa mengakses SOTH. Bahkan sekarang Balai RW sudah diperbaiki, sehingga kita bisa mensinergikan ini di masing-masing Balai RW,” jelasnya.

Ia mengaku bahwa para peserta SOTH terdiri dari orang tua yang memiliki anak balita. Para orang tua tersebut berkomitmen untuk mengikuti 13 pertemuan. Oleh sebab itu, ia berencana mensinergikan SOTH dengan beberapa program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integratif.

Baca Juga:  Risma Ajak Semua Pihak Terus Jadi Pahlawan Kemanusiaan di Tengah Pandemi

“Nanti juga ada wisudanya. Jadi diperlukan komitmen bahwa dalam 13 kali pertemuan tidak boleh absen,” ungkapnya.

Ke depannya, PKK Kota Surabaya akan membentuk SOTH di 153 kelurahan bagi ibu dari balita pra stunting dan balita stunting. Materi yang diberikan berkaitan dengan penurunan anak stunting dan pencegahan pra sunting.

“Misalkan pola makan bagi anak pra stunting, sanitasi, air bersih, rumah sehat bagi anak pra stunting, pemberian protein hewani pada mpasi bagi anak pra stunting, hingga memantau tumbuh kembang balita pra stunting,” terangnya.

Di sisi lain, Rini tak menyangka bahwa para peserta SOTH di BKB Harapan Bangsa Kelurahan Karangpoh, Kecamatan Tandes Surabaya sangat atraktif.

Selama empat kali pertemuan, ia menjelaskan bahwa para peserta mulai merubah pola asuh mereka kearah yang lebih baik. Perubahan tersebut, menyesuaikan dengan perkembangan anak. Baik dari segi fisik maupun dari segi psikologi. Harapannya, dengan mengikuti SOTH, orang tua dapat menambah ilmu dan wawasan dalam mendidik anak, serta dapat melahirkan generasi berkualitas dan terampil agar siap menerima tantangan di era digital.

“Ternyata mereka sudah merasakan banyak perubahan, yang dulu sering memarahi anaknya, sekarang tidak. Ketika menghadapi anaknya yang satu, berbeda dengan anaknya yang lain. Jadi mereka sudah merasakan manfaat ketika mengikuti SOTH,” jelasnya.

Baca Juga:  Polrestabes Surabaya Bekuk Sindikat Pencuri Modus Tukar Uang Asal Pakistan

Sementara itu, Indah Mustofa salah satu peserta SOTH di di BKB Harapan Bangsa Kelurahan Karangpoh, Kecamatan Tandes Surabaya, mengaku banyak menerima manfaat selama mengikuti program tersebut. Kini, ia bersama sang suami menjadi lebih memahami karakter anak.

“Alhamdulillah selama saya mengikuti SOTH pada empat pertemuan ini, banyak sekali manfaat yang saya dapatkan. Sebelum saya ikut SOTH ini, dulu saat anak tidak mendengarkan saya berbicara, saya memberikan hukuman fisik, entah mencubit atau memukul. Setelah mengetahui SOTH, saya mengerti metode atau cara berkomunikasi yang baik untuk anak,” kata Indah Mustofa

Senada dengan hal itu, Rizki Amalia, peserta SOTH lainnya di BKB Harapan Bangsa Kelurahan Karangpoh, Kecamatan Tandes Surabaya mengatakan, materi yang diberikan selama pelaksanaan SOTH dimulai dari masa hamil hingga melahirkan. Materi tersebut, membuatnya mengerti kebutuhan gizi bagi anak sejak dalam kandungan.

“Selama ikut SOTH, saya lebih tahu cara menjaga kesehatan saat hamil, cara menyusui, dan cara mendidik anak dengan baik. Dulu sebelum ikut SOTH, sering mengikuti keinginan anak, tapi sekarang saya lebih tahu metode membimbing dan mendidik anak,” pungkasnya. (*/BS02)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB