Bicarasurabaya.com – Tiga bangunan liar (bangli) di bawah flyover Jalan Tambak Mayor, Surabaya, dibongkar untuk membuka akses pembangunan rumah pompa. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mempercepat pengendalian banjir di kawasan Tambak Mayor dan Tanjungsari.
Penertiban dilakukan Satpol PP Surabaya sejak Senin (13/7) dan ditargetkan rampung paling lambat Rabu (15/7). Seluruh bangunan yang dibongkar berdiri di atas aset milik PT Jasa Marga.
Plt Kepala Satpol PP Surabaya Irna Pawanti mengatakan, pembongkaran dilakukan agar alat berat dapat segera masuk ke lokasi pembangunan rumah pompa.
“Penertiban dimulai sejak Senin dan ditargetkan selesai paling lambat besok agar alat berat bisa langsung masuk untuk memulai pembangunan rumah pompa,” ujar Irna, Rabu (15/7/2026).
Ia menjelaskan, tiga bangunan yang ditertibkan terdiri atas dua tempat usaha pengepul kayu dan satu bangunan yang digunakan sebagai tempat pemotongan ayam. Sebelum pembongkaran dilakukan, seluruh barang maupun ternak telah dipindahkan oleh pemilik sehingga proses penertiban berlangsung tanpa hambatan.
Menurut Irna, penertiban telah melalui seluruh tahapan sesuai prosedur. Satpol PP lebih dulu melakukan sosialisasi kepada pemilik bangunan, kemudian memberikan surat peringatan bertahap hingga tiga kali sebelum pembongkaran dilakukan.
“Semua prosedur sudah dijalankan, mulai sosialisasi hingga tiga kali surat peringatan. Setelah seluruh tahapan dipenuhi, baru dilakukan penertiban,” katanya.
Setelah lokasi bersih, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya akan memulai pembangunan rumah pompa. Infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi genangan yang selama ini kerap terjadi di kawasan Tambak Mayor dan Tanjungsari.
Keberadaan rumah pompa nantinya diharapkan mampu mempercepat pembuangan air hujan sehingga genangan dapat berkurang dan aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu saat hujan deras.
Irna berharap masyarakat mendukung penertiban tersebut karena tidak hanya bertujuan menegakkan aturan, tetapi juga mendukung pembangunan infrastruktur pengendali banjir yang manfaatnya akan dirasakan warga secara luas.
“Kami berharap masyarakat mendukung karena manfaatnya untuk kepentingan bersama. Harapannya, genangan berkurang sehingga aktivitas warga menjadi lebih aman dan nyaman,” tutupnya.(BS/za)




