Pemkot Surabaya Libatkan RT-RW dan LPMK Data Warga Miskin

- Publisher

Selasa, 22 November 2022 - 10:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Balai Kota Surabaya/ist

i

Balai Kota Surabaya/ist


Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melibatkan RT-RW dan LPMK, dengan warga sekitar untuk berkolaborasi dan bergotong-royong dalam mengentas kemiskinan dan pengangguran di perkampungan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan, bahwa kolaborasi antara RT/RW, LPMK, dan warga setempat bisa melakukan penyisiran dan pemetaan terhadap keluarga yang pendapatannya kurang dari Rp 5 juta.

Sebab, mulai tahun 2023, Pemkot Surabaya akan mengucurkan Rp3 triliun dari APBD Surabaya untuk pemberdayaan UMKM serta belanja barang dan jasa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tugas RT-RW dengan LPMK dengan masyarakat adalah menentukan siapa (warga) dalam RT itu yang membutuhkan, termasuk warga miskin. Karena itu, untuk menentukan warga miskin dalam satu RT, maka harus ada perwakilan RT dan 10 persen dari jumlah warga dengan lurah setempat,” kata Eri Cahyadi, Senin (21/11/2022).

Baca Juga:  Mertua Wafat, Keluarga Besar Wali Kota Eri Cahyadi Berduka

Selain itu, kata dia, lurah setempat juga harus memberikan penjelasan mengenai kategori atau klaster warga miskin di Kota Surabaya. “Tidak seperti sekarang yang due (punya) motor atau mobil mlebu (masuk) keluarga miskin, nanti ditujukan kepada warganya, pantaslah wong iki nerimo (menerima)?” ujar dia.

Apabila berdasarkan penyisiran dan pemetaan itu terdapat keluarga yang sesuai dengan kategori warga miskin, maka akan dimasukan dalam kategori itu. Baginya, persoalan pendataan ini menjadi koreksi bersama antara masyarakat dengan Pemkot Surabaya.

Baca Juga:  Pemkot Berikan IMB Gratis ke Rumah Ibadah dan Fasilitas Pendidikan

“Kalau dia punya motor, berarti bukan masuk keluarga miskin, tapi mungkin masuk kategori keluarga pra miskin. Keluarga miskin adalah orang yang meminta penghasilan, karena penghasilan untuk makan saja tidak bisa. Tapi kalau dia penghasilannya untuk cicil motor, berarti dia masuk keluarga pra miskin, dia sudah sejahtera tapi masih dalam kategori pra miskin,” jelas Cak Eri, panggilan lekatnya.

Cak Eri tak menampik jika masih banyak pemikiran masyarakat ketika masuk dalam kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), maka otomatis akan mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Baca Juga:  Meski Fokus Menangani Pandemi, Program Imunisasi Anak Sekolah Tetap Berjalan

“Lah, ini yang harus dibereskan (diluruskan). Kalau dia tidak masuk dalam kategori keluarga miskin, tapi masuk keluarga pra miskin,” kata dia.

Di Kota Surabaya sendiri, pemkot telah memberikan berbagai fasilitas kepada masyarakat. Di antaranya, sekolah gratis tingkat SD dan SMP Negeri, serta pelayanan kesehatan gratis melalui program Universal Health Coverage (UHC).

“Sedangkan untuk rumah tidak layak huni (Rutilahu), maka keluarga miskin dulu yang diselesaikan, baru keluarga pra miskin. Ini semua harus sadar untuk merubah mindset (kebiasaan) dengan kekuatan warga yang guyub,” pungkasnya. (BS02)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB