Bicarasurabaya.com – Penanganan banjir di Jalan Tanjungsari, menjadi prioritas Pemerintahan yang dipimpin Eri Cahyadi, sebelum merealisasikan proyek penguatan jalan dengan rigid beton. Langkah ini diambil karena kawasan tersebut kerap tergenang meski hujan turun dalam durasi singkat.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, mengatakan genangan menjadi persoalan utama yang harus diselesaikan agar perbaikan jalan tidak sia-sia.
“Kawasan Tanjungsari memang mendapat perhatian khusus. Untuk tahun ini kita selesaikan dulu genangannya, karena sedikit hujan saja sudah banjir,” ujar Syamsul dalam keterangan resminya yang dikutip, Jumat (27/2/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, pengaspalan tanpa menyelesaikan akar masalah hanya akan menjadi solusi sementara. Jalan akan kembali rusak jika air masih menggenang.
Jalan Tanjungsari sendiri direncanakan menggunakan konstruksi rigid beton. Kebijakan itu mempertimbangkan tingginya intensitas kendaraan berat yang melintas serta keberadaan kawasan industri di sekitar lokasi.
Namun, proyek rigid beton belum bisa dijalankan sebelum sistem pengendalian banjir rampung. Tahun ini, Pemkot Surabaya menargetkan pembangunan box culvert berukuran besar serta rumah pompa untuk mempercepat aliran air dari kawasan tersebut.
“Sementara kita selesaikan banjirnya dulu. Akan dibangun box culvert besar dan rumah pompa untuk mengalirkan air dari Tanjungsari,” jelasnya.
Pemkot memastikan, setelah persoalan genangan tertangani secara permanen, pembangunan jalan rigid beton akan segera direalisasikan. Penanganan bertahap ini diharapkan membuat infrastruktur lebih kuat dan berumur panjang, terutama di kawasan dengan beban lalu lintas tinggi. (BS/za)











