Peneliti UPN Veteran Jatim Raih Rekor MURI, Analisis 12,4 Juta Akun Digital soal Pemerintahan Prabowo

- Publisher

Kamis, 5 November 2026 - 20:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim peneliti UPN Veteran Jatim seusai menerima Rekor Muri/dok.bicarasurabaya.com

i

Tim peneliti UPN Veteran Jatim seusai menerima Rekor Muri/dok.bicarasurabaya.com

Bicarasurabaya.com – Penelitian opini publik digital mengenai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dilakukan tim peneliti Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur berhasil meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Rabu (4/11/2026).

Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan menganalisis sebanyak 12.474.536 akun yang terlibat dalam percakapan digital mengenai pemerintahan Prabowo. Capaian itu tercatat dalam kategori analisis opini publik digital terbanyak. Penghargaan MURI itu diterima oleh Prof. Catur Suratnoaji, yang tergabung dalam tim penelitian bersama Yuli Candrasari, Syifa Syarifah Alamiyah, dan Aqsath Rasyid Naradhipa.

Seusai menerima penghargaan MURI, Prof. Catur Suratnoaji mengatakan bahwa perkembangan media sosial telah mengubah cara masyarakat menyampaikan pendapat, sekaligus membuka peluang baru dalam penelitian opini publik.
“Selama ini opini publik umumnya diukur melalui survei dengan jumlah responden tertentu. Namun, perkembangan media sosial memungkinkan kita membaca opini yang benar-benar diekspresikan masyarakat melalui unggahan, komentar, dan berbagai interaksi digital,” ujar Catur.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, penelitian tersebut tidak sekadar mengumpulkan jutaan percakapan, tetapi juga mengidentifikasi akun-akun yang terlibat dalam pembentukan opini publik mengenai pemerintahan Prabowo.

“Yang kami analisis bukan sekadar jumlah komentar, unggahan, atau tanda suka. Ada 12.474.536 akun yang teridentifikasi terlibat dalam percakapan mengenai pemerintahan Presiden Prabowo. Inilah yang menjadi dasar pencapaian rekor MURI,” jelasnya.

Baca Juga:  Strategi Tim Pengabdian UPN Veteran Jatim Optimalisasi Penjualan UKM di Kala Pandemi

Meski demikian, Prof Catur menegaskan bahwa jumlah akun digital tidak bisa langsung disamakan dengan jumlah individu karena satu orang dapat memiliki lebih dari satu akun. “Angka 12,4 juta itu harus dipahami sebagai jumlah aktor komunikasi digital, bukan jumlah responden survei ataupun jumlah penduduk. Jadi, secara metodologis keduanya memang berbeda,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa penelitian tersebut menggunakan pendekatan big data analytics dan Computational Social Science untuk membaca dinamika opini publik yang berkembang melalui media sosial. Data dikumpulkan dengan menggunakan sejumlah kata kunci yang berkaitan dengan Presiden Prabowo Subianto dan pemerintahannya, mulai dari “Prabowo”, “Presiden Prabowo”, “Kabinet Merah Putih”, hingga berbagai tagar yang relevan.

Data yang terkumpul kemudian diolah melalui sejumlah tahapan, antara lain penghapusan data ganda, penyaringan spam dan bot yang dapat diidentifikasi, normalisasi teks, hingga validasi metadata.

Melalui pendekatan tersebut, tim peneliti tidak hanya mengetahui seberapa banyak akun yang membicarakan pemerintahan, tetapi juga dapat menganalisis sentimen, emosi, topik percakapan, serta hubungan antarpengguna media digital.

“Penelitian ini tidak berhenti pada pertanyaan berapa banyak akun yang berbicara. Kami juga ingin memahami bagaimana opini publik terbentuk, isu apa yang mendapat perhatian, bagaimana sentimen berkembang, dan bagaimana hubungan antarakun membentuk jaringan komunikasi,” ungkapnya.

Baca Juga:  Tim Dosen dan Mahasiswa IKOM UPNVJT Gelar Pelatihan Konten Digital untuk Pelajar Muhammadiyah Surabaya

Untuk memetakan hubungan antarpengguna, penelitian tersebut juga menggunakan metode Social Network Analysis (SNA). Pendekatan ini memungkinkan peneliti melihat bagaimana percakapan berkembang melalui jaringan komunikasi digital.

Menurut Prof Catur, besarnya data yang dianalisis memberikan kesempatan kepada peneliti untuk memahami opini publik dari perspektif yang lebih luas. “Media sosial bukan hanya tempat orang menyampaikan pendapat. Di dalamnya terjadi interaksi, pertukaran informasi, dan penyebaran pesan yang pada akhirnya membentuk pola opini publik. Pola-pola inilah yang dapat dibaca melalui analisis big data,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof Catur menilai perkembangan teknologi digital telah menghadirkan perubahan penting dalam metodologi penelitian komunikasi. Jika survei konvensional mengandalkan responden yang dipilih melalui teknik pengambilan sampel, penelitian berbasis big data mengamati jejak komunikasi yang muncul secara alami melalui aktivitas pengguna media digital.

Kendati demikian, ia menekankan bahwa kedua pendekatan tersebut memiliki karakteristik dan kegunaan masing-masing. “Survei tetap memiliki peran penting dalam penelitian opini publik. Namun, big data memberikan perspektif lain karena kita dapat mengamati bagaimana jutaan akun mengekspresikan opini dan berinteraksi dalam ruang digital,” terangnya.

Baca Juga:  Ribuan Pengunjung Serbu UJEE 2024, Calon Mahasiswa Baru dari Luar Jawa Berdatangan ke UPN Veteran Jatim

Sebelum memperoleh penghargaan, tim peneliti melakukan penelusuran terhadap berbagai kategori rekor MURI yang berkaitan dengan penelitian opini publik, survei, politik, dan aktivitas media sosial. Dari penelusuran tersebut, tim menemukan sejumlah rekor di bidang survei dan komunikasi digital. Namun, belum ditemukan kategori yang secara khusus menggunakan jumlah akun atau aktor komunikasi digital sebagai indikator pencapaian analisis opini publik.

Prof Catur menjelaskan bahwa kebaruan penelitian tersebut tidak hanya terletak pada besarnya jumlah data, tetapi juga pada metode dan unit analisis yang digunakan. “Keunikan penelitian ini bukan semata-mata karena jumlahnya mencapai 12,4 juta akun. Yang membedakan adalah bagaimana jutaan aktor komunikasi digital tersebut dianalisis secara ilmiah untuk memahami dinamika opini publik,” katanya.

Ia menambahkan bahwa penghargaan MURI tersebut diharapkan dapat memberikan dorongan bagi pengembangan penelitian komunikasi berbasis teknologi digital di Indonesia. “Melalui penelitian ini, kita ingin menunjukkan bahwa perkembangan teknologi memungkinkan kajian opini publik dilakukan dalam skala yang jauh lebih besar. Ini membuka peluang bagi pengembangan metodologi penelitian komunikasi di Indonesia,” pungkasnya.  (RF)

Berita Terkait

UPN Veteran Jatim Luncurkan S3 Ilmu Komunikasi di Seminar Nasional Commposition 2026
Prodi Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jatim Raih Akreditasi Unggul 5 Tahun
ITS Ubah Limbah Pertanian di Lombok Timur Jadi Biochar
Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang
UPN Veteran Jatim Bekali Siswa SDN Medokan Ayu Literasi Digital dan Keamanan Siber
Air Laut Pasang di Atas 2,4 Meter, Warga Surabaya Diminta Waspadai Rob
Menteri UMKM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Mandiri
Digelar di UPN Veteran Jatim, Pelatihan Khatib dan Imam Profesional Diserbu Peserta

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 20:21 WIB

Peneliti UPN Veteran Jatim Raih Rekor MURI, Analisis 12,4 Juta Akun Digital soal Pemerintahan Prabowo

Kamis, 5 November 2026 - 08:00 WIB

UPN Veteran Jatim Luncurkan S3 Ilmu Komunikasi di Seminar Nasional Commposition 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:55 WIB

Prodi Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jatim Raih Akreditasi Unggul 5 Tahun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:21 WIB

ITS Ubah Limbah Pertanian di Lombok Timur Jadi Biochar

Selasa, 29 September 2026 - 11:21 WIB

Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto: dok bicarasurabaya.com)

Bicara Jatim

Mulai 1 Desember, KAI Pangkas Waktu Perjalanan KA hingga 53 Menit

Kamis, 5 Nov 2026 - 15:23 WIB

Ilustrasi perumahan subsidi

Bicara Ekonomi

Rumah Subsidi 18 M² Dinilai Bisa Layak Huni, Ini Syaratnya

Kamis, 5 Nov 2026 - 14:18 WIB

Ilustrasi (Foto: ist)

Bicara Ekonomi

Ekonomi RI Tumbuh 5,47% di Kuartal III 2026, Ini Penopangnya

Kamis, 5 Nov 2026 - 12:39 WIB

Semeru Meletus 3 Kali, Awan Panas Guguran Meluncur 3 Km. (Foto: PVMBG)

Bicara Jatim

Semeru Erupsi Lagi, Awan Panas Meluncur 3 Km dari Puncak

Kamis, 5 Nov 2026 - 11:12 WIB