Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang

- Publisher

Selasa, 29 September 2026 - 11:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (Foto: Ist)

i

Ilustrasi (Foto: Ist)

Bicarasurabaya.com – Memasuki pancaroba menuju musim hujan, masyarakat dan pemerintah diminta mewaspadai potensi pohon tumbang akibat angin kencang. Pohon yang berada di pinggir jalan, taman, sekolah hingga perkantoran perlu diperiksa karena bisa membahayakan warga saat diterpa angin.

Pakar mitigasi bencana dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Amien Widodo, mengatakan pemeriksaan kondisi pohon di kawasan perkotaan perlu dilakukan secara berkala. Menurutnya, pohon seharusnya mendapat perhatian layaknya bangunan karena kerusakannya dapat menimbulkan kerugian hingga korban jiwa.

“Pemeriksaan pohon perlu dilakukan mulai sekarang sebelum angin kencang menumbangkannya,” kata Amien dalalm keterangannya, Selasa (29/9/2026).

Dosen Departemen Teknik Geofisika ITS itu menjelaskan pohon perkotaan memiliki sejumlah kerentanan. Salah satunya ruang tumbuh yang terbatas karena banyak pohon ditanam berdekatan dengan jalan, bangunan, atau area aktivitas warga.

Kondisi akar juga menjadi faktor penting. Permukaan tanah yang tertutup aspal, beton, atau paving block dapat membatasi pertumbuhan akar. Pekerjaan utilitas seperti pemasangan kabel, pipa air, dan drainase juga berpotensi memotong akar penopang pohon.

Masalah drainase turut meningkatkan risiko. Genangan yang berlangsung lama dapat memicu pembusukan akar, termasuk akibat infeksi jamur.

Baca Juga:  Jelang Lebaran, KPPU : Belum Ada Indikasi Permainan Harga

Selain itu, tanah di kawasan perkotaan kerap mengalami pemadatan akibat aktivitas kendaraan dan pejalan kaki. Kondisi tersebut mengurangi pori-pori tanah sehingga oksigen dan air lebih sulit masuk.

“Akibatnya, pertumbuhan akar dapat menjadi dangkal dan mengurangi daya cengkeram pohon terhadap tanah,” ujarnya.

Pemeriksaan tidak cukup hanya melihat kondisi akar. Kesehatan batang dan cabang juga perlu diperhatikan.

Amien mengatakan batang yang keropos akibat pelapukan, serangan rayap, atau infeksi jamur dapat kehilangan kekuatannya. Luka akibat benturan kendaraan maupun pekerjaan proyek juga bisa menjadi pintu masuk mikroorganisme yang merusak kayu.

Baca Juga:  32 Dump Truck Angkut Sampah Ilegal dari Lahan 1,4 Ha di Keputih Surabaya

Karena jumlah pohon di kawasan perkotaan cukup banyak, masyarakat juga diminta ikut mengawasi dan melaporkan pohon yang dinilai membahayakan.

“Masyarakat harus aktif melaporkan pohon yang dinilai membahayakan di sekitar tempat tinggalnya, sedangkan pemerintah perlu menindaklanjuti laporan tersebut,” tutur Amien.

Menurutnya, pemantauan dan penanganan sejak dini penting untuk mengurangi risiko pohon tumbang ketika angin kencang melanda kawasan perkotaan.

Upaya tersebut juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan, tujuan ke-13 tentang penanganan perubahan iklim, serta tujuan ke-15 mengenai ekosistem daratan. (BS/za)

Berita Terkait

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terbaru