Bicarasurabaya.com – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mendorong pelaku usaha binaan agar tidak terus bergantung pada program pendampingan, tetapi mampu berkembang menjadi usaha mandiri dan berkelanjutan.
Dorongan itu disampaikan Maman saat menghadiri Bursa Wirausaha Unggulan Jawa Timur 2026 yang digelar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama Kementerian UMKM di Gedung Pusat Robotika ITS.
Menurut Maman, percepatan transformasi usaha binaan menjadi bisnis mandiri menjadi salah satu fokus pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus pengentasan kemiskinan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hal tersebut menjadi fokus kami dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan pengentasan kemiskinan,” kata Maman di ITS, Rabu (22/9/2026) kemarin.
Maman juga menyoroti masih banyaknya inovasi dari perguruan tinggi yang berhenti pada tahap prototipe dan belum berkembang menjadi produk komersial. Karena itu, peran inkubator usaha dinilai penting untuk memastikan inovasi memiliki jalur menuju pasar.
“Perlu optimalisasi peran lembaga inkubator untuk memantau, mengevaluasi, serta memberdayakan startup dan UMKM potensial,” ujarnya.
Perkuat Akses Pasar dan Pembinaan
Selain pendampingan, pemerintah juga menyiapkan penguatan ekosistem usaha melalui sejumlah layanan. Dalam Bursa Wirausaha Unggulan Jatim 2026, peserta mendapat akses terhadap empat kluster layanan, yakni pembiayaan, perizinan usaha, pasar digital, dan inkubator.
Maman mengatakan penguatan ekosistem tersebut diperlukan agar pelaku usaha tidak hanya mampu memulai bisnis, tetapi juga memiliki kemampuan untuk bertumbuh.
Pemerintah juga berencana membentuk komite monitoring di bawah Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat untuk memastikan proses pembinaan UMKM berjalan lebih terukur.
Di sisi lain, perlindungan pasar domestik juga menjadi perhatian pemerintah agar produk lokal memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang di dalam negeri.
Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD mengatakan perguruan tinggi memiliki peran dalam meningkatkan kapasitas teknologi, inovasi, produktivitas, dan daya saing pelaku usaha.
ITS selama ini menjalankan sejumlah program kolaborasi dengan pemerintah, antara lain One Pesantren One Product (OPOP), penyediaan desain kemasan gratis, hingga pembekalan keterampilan wirausaha bagi pelajar.
“ITS berkomitmen mendukung program pemerintah untuk menaikkan kelas UMKM agar menjadi pilar utama kemandirian ekonomi bangsa,” kata Bambang.
Melalui Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi (DIKST), ITS juga membina puluhan startup setiap tahun. Kolaborasi dengan Kementerian UMKM diharapkan memperluas peluang pengembangan usaha berbasis teknologi.
Dalam kegiatan tersebut, dua startup mahasiswa ITS, Vityuu dan IncludeVision, turut mempresentasikan produk dan model bisnis mereka dalam sesi pitching.
Bursa Wirausaha Unggulan Jatim 2026 juga diisi lokakarya dan pameran produk inovasi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan pelaku usaha dengan mitra yang dapat mendukung pembiayaan, legalitas, pemasaran, hingga pengembangan bisnis.
Dengan penguatan akses tersebut, pemerintah mendorong pelaku UMKM tidak berhenti sebagai usaha binaan, tetapi mampu tumbuh, memiliki pasar, dan berdiri secara mandiri. (BS/za)








