Bicarasurabaya.com – Proyek pelebaran Jalan Raya Menganti kembali dilanjutkan pada 2026. Tahap lanjutan ini difokuskan pada pembangunan drainase, pemindahan jaringan utilitas, hingga pelebaran badan jalan untuk mengatasi kemacetan yang selama ini menjadi persoalan di kawasan Surabaya barat.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Hidayat Syah mengatakan pekerjaan diawali dengan pembangunan saluran tepi di lahan yang telah dibebaskan. Saluran tersebut menjadi bagian penting dari sistem drainase sebelum pelebaran jalan dilakukan.
“Saluran tepi harus diselesaikan lebih dulu agar aliran air memiliki pembuangan yang jelas saat pekerjaan berlangsung,” kata Hidayat, Kamis (23/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain drainase, DSDABM bersama PLN tengah memindahkan jaringan utilitas listrik ke sisi selatan jalan. Proses itu meliputi pemindahan tiang, kabel, hingga trafo agar pekerjaan konstruksi di median jalan dapat segera dimulai.
Setelah utilitas dipindahkan, kontraktor akan melakukan penggalian tanah dan pemasangan corrugated concrete sheet pile (CCSP) sebagai penahan konstruksi di area sungai tengah dan badan jalan.
Tahap Pertama Dikerjakan Tahun Ini
Total panjang jalan yang akan diperlebar mencapai sekitar 1,9 kilometer. Namun, pengerjaan pada tahun ini difokuskan sepanjang 950 meter, mulai dari Masjid Al Hidayah hingga Puskesmas Lidah Kulon, Kecamatan Lakarsantri.
Sementara sisa sepanjang 950 meter, dari Puskesmas Lidah Kulon hingga Asrama Polisi (Aspol) Bangkingan, dijadwalkan mulai dikerjakan pada 2027 karena masih menunggu proses pembebasan lahan.
“Segmen yang dikerjakan tahun ini lahannya sudah bersih, sedangkan sisanya masih menunggu pembebasan lahan,” ujarnya.
Sebelumnya, pelebaran Jalan Raya Menganti telah dimulai pada 2024 dengan pembangunan sepanjang sekitar 400 meter, dari simpang lampu lalu lintas Jalan Babatan Unesa ke arah barat.
Permudah Akses Surabaya Barat dan Selatan
Pelebaran Jalan Raya Menganti diharapkan tidak hanya mengurangi kemacetan di kawasan Menganti, Babatan, Lidah Wetan, dan Wiyung, tetapi juga memperlancar akses menuju Surabaya barat dan selatan.
Selama ini kawasan tersebut bergantung pada satu koridor utama sehingga kepadatan lalu lintas kerap terjadi, terutama pada jam sibuk. Dengan pelebaran jalan dan perbaikan sistem drainase, kapasitas ruas diharapkan meningkat sekaligus mengurangi potensi genangan saat hujan. (BS/za)






