Belasan Murid SD di Surabaya Diduga Keracunan Usai Konsumsi MBG

- Publisher

Senin, 11 Mei 2026 - 15:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belasan siswa alami mual, muntah usai menyantap menu MBG di sekolah dan harus mendapat perawatandi Puskesmas . (Foto: tangkapan layar @nmrrg)

i

Belasan siswa alami mual, muntah usai menyantap menu MBG di sekolah dan harus mendapat perawatandi Puskesmas . (Foto: tangkapan layar @nmrrg)

Bicarasurabaya.com – Belasan siswa di SD Pancasila dan SD Tembok Dukuh Surabaya diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (11/5/2026).

Para siswa yang mengalami keluhan langsung dilarikan ke Puskesmas Tembok Dukuh untuk mendapatkan penanganan medis. Sejumlah siswa bahkan disebut harus dirujuk ke rumah sakit karena kondisinya memerlukan perawatan lanjutan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para siswa mengalami gejala seperti mual dan muntah setelah mengonsumsi makanan MBG di sekolah.

Akibat kejadian tersebut, antrean pasien di Puskesmas Tembok Dukuh membludak. Orang tua murid tampak memenuhi ruang tunggu untuk mendampingi anak-anak mereka menjalani pemeriksaan.

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, dr Billy Daniel Messakh, membenarkan adanya laporan dugaan keracunan tersebut. Dinas Kesehatan langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan penanganan dan pendataan.

“Ya mas, benar. Sekarang sudah ada tim di puskesmas,” kata Billy saat dikonfirmasi.

Baca Juga:  Emas Antam Kembali Menguat, Buyback Tembus Rp 2,4 Juta

Menurut dia, petugas masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut, termasuk mendata jumlah siswa yang terdampak.

“Sudah turun tim Dinkes,” ujarnya singkat.

Sementara itu, salah satu wali murid bernama Lia mengatakan anaknya yang berinisial NN mengalami muntah berulang setelah menyantap makanan MBG di sekolah. NN diketahui merupakan siswa kelas 5 SD Tembok Dukuh 4.

“Ini tadi sudah lima kali muntah,” ujar Lia.

Hingga kini, Dinas Kesehatan Surabaya masih melakukan penyelidikan terkait dugaan keracunan massal tersebut. Petugas juga memantau kondisi para siswa untuk memastikan tidak ada korban dengan kondisi serius.(BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB