Bicarasurabaya.com – Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Timur terus berjalan. Hingga pertengahan Juni 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat sekitar 10 persen target pendataan telah berhasil diselesaikan dari total sasaran usaha nonpertanian yang tersebar di seluruh daerah.
Di tengah proses pendataan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dengan memberikan data yang benar dan lengkap kepada petugas sensus. Menurutnya, kualitas data yang terkumpul akan menentukan ketepatan berbagai kebijakan pembangunan di masa mendatang.
“Sensus ekonomi ini penting untuk memotret kondisi perekonomian masyarakat. Data yang akurat menjadi dasar perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan,” kata Khofifah usai mengikuti pendataan Sensus Ekonomi 2026 di kediamannya di Surabaya, Rabu (24/6/2026) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Khofifah menilai partisipasi masyarakat menjadi faktor utama keberhasilan sensus yang digelar setiap 10 tahun sekali tersebut. Semakin lengkap data yang diberikan, semakin akurat pula gambaran aktivitas ekonomi yang dapat disusun pemerintah sebagai dasar penyusunan kebijakan.
Ia juga menyoroti pentingnya data yang valid dalam mendukung berbagai program pemerintah, termasuk penyaluran bantuan sosial agar lebih tepat sasaran.
Menurut Khofifah, hasil sensus akan melalui tahapan verifikasi dan validasi sehingga menghasilkan basis data yang lebih akurat untuk mendukung pengambilan keputusan di tingkat daerah maupun nasional.
Sensus Ekonomi 2026 sendiri berlangsung sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dengan metode door to door. Pendataan menyasar seluruh aktivitas usaha nonpertanian guna memetakan struktur dan perkembangan ekonomi nasional secara lebih komprehensif.
Sementara itu, Plt Kepala BPS Jawa Timur Herum Fajarwati mengatakan pelaksanaan sensus di provinsi ini melibatkan 41.538 petugas yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Di Surabaya, pendataan dilakukan oleh 1.980 petugas.
Herum optimistis seluruh target pendataan dapat diselesaikan sesuai jadwal pada akhir Agustus mendatang. Hingga saat ini, progres pendataan telah mencapai sekitar 10 persen dari total target se-Jawa Timur.
“Dengan dukungan masyarakat, kami optimistis seluruh proses pendataan bisa selesai sesuai target,” ujarnya.
BPS berharap partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan informasi yang jujur dan lengkap dapat menghasilkan data ekonomi yang lebih akurat. Data tersebut nantinya menjadi salah satu pijakan penting dalam menyusun kebijakan pembangunan dan program pemberdayaan masyarakat yang lebih tepat sasaran.(BS/za)











