BPS Catat Pengangguran Jatim Turun 0,06% Dibanding Tahun Lalu

- Publisher

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Humas Pemprov Jatim

i

Foto: Humas Pemprov Jatim

Bicarasurabaya.com – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Timur kembali menurun pada Februari 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat angka pengangguran berada di level 3,55 persen atau turun 0,06 persen poin dibanding periode yang sama tahun lalu.

Capaian tersebut juga lebih baik dibanding rata-rata nasional yang tercatat sebesar 4,68 persen.

Penurunan ini memperpanjang tren positif ketenagakerjaan di Jawa Timur dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan data BPS, TPT Jatim turun signifikan dari 5,17 persen pada Februari 2021 menjadi 3,55 persen pada Februari 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai penurunan angka pengangguran menjadi sinyal mulai pulihnya aktivitas ekonomi sekaligus meningkatnya penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor.

“Pengangguran di Jawa Timur semakin terkendali. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi bergerak positif dan mampu menyerap tenaga kerja lebih luas,” ujar Khofifah di Surabaya, Sabtu (23/5/2026).

Baca Juga:  Ledakan Kulkas Picu Kebakaran Kos Dini Hari

Salah satu perbaikan terlihat dari menurunnya tingkat pengangguran lulusan SMK. Pada Februari 2026, TPT lulusan SMK tercatat sebesar 5,73 persen, turun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 5,87 persen.

Menariknya, lulusan SMK kini bukan lagi penyumbang pengangguran tertinggi di Jawa Timur. Posisi tersebut ditempati lulusan universitas dengan angka 6,04 persen, naik dari 5,60 persen pada Februari 2025.

Menurut Khofifah, kondisi itu menunjukkan penguatan pendidikan vokasi mulai berdampak pada meningkatnya daya saing lulusan SMK di pasar kerja.

Pemprov Jatim, kata dia, terus memperkuat program link and match pendidikan vokasi dengan dunia industri, termasuk membuka akses kerja ke luar negeri.

Saat ini, Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan peserta magang kerja dan pekerja migran tertinggi di Indonesia. Sepanjang 2026, sebanyak 4.920 peserta dari 112 SMK dan lembaga kursus mengikuti program magang dan peluang kerja luar negeri. Dari jumlah tersebut, 1.617 peserta telah lolos seleksi dan memperoleh Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

Baca Juga:  Titip Kendaraan Saat Mudik, Park and Ride Surabaya Diskon hingga 60 Persen

“Lulusan SMK dan LKP Jawa Timur semakin kompetitif dan mendapat kepercayaan di pasar kerja internasional,” katanya.

Selain penurunan pengangguran, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Jawa Timur juga meningkat menjadi 74,78 persen atau naik 0,53 persen poin dibanding Februari 2025.

Jumlah angkatan kerja di Jawa Timur kini mencapai 25,14 juta orang. Dari angka tersebut, sebanyak 24,25 juta penduduk tercatat bekerja atau bertambah sekitar 388 ribu orang dibanding tahun sebelumnya.

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Jawa Timur dengan kontribusi mencapai 31,76 persen dari total penduduk bekerja.

Baca Juga:  Transaksi Misi Dagang Jatim-Kaltara Rp2,5 Triliun, Jatim Catat Selisih Rp781 Miliar

Meski demikian, Khofifah mengakui pasar kerja di Jawa Timur masih menghadapi tantangan, terutama tingginya dominasi pekerja informal.

Saat ini, pekerja formal di Jawa Timur baru mencapai 35,56 persen, sedangkan pekerja informal masih mendominasi sebesar 64,44 persen.

“Ini menjadi tantangan bersama untuk mendorong transformasi menuju pekerjaan yang lebih formal, produktif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ke depan, Pemprov Jatim akan mendorong pengembangan industri padat karya modern, penguatan UMKM, peningkatan kualitas SDM, hingga perluasan pelatihan vokasi yang sesuai kebutuhan industri.

Transformasi ketenagakerjaan, menurut Khofifah, tidak hanya soal menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga memastikan kualitas dan keberlanjutannya di tengah perubahan pasar kerja.(BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB