Bicarasurabaya.com – Jumlah jemaah haji Embarkasi Surabaya yang meninggal dunia di Arab Saudi bertambah menjadi enam orang hingga Minggu (10/5). Mayoritas jemaah wafat akibat gangguan kesehatan yang dipicu penyakit bawaan dan cuaca ekstrem di Tanah Suci.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, mengatakan para jemaah yang meninggal berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur. Mereka adalah Abd Wachid dari Kloter 7 Kabupaten Pasuruan, Fajar Puja Sasmita dari Kloter 11 Kota Malang, Sibiatun Saji dari Kloter 33 Kabupaten Lamongan, Mustika Rajim D dari Kloter 47 Kabupaten Gresik, Suyono Reso dari Kloter 62 Kabupaten Jombang, serta Kamariyah binti Dul Tayib (85) dari Kloter 8 Kabupaten Pasuruan.
Kamariyah sebelumnya dilaporkan meninggal di Madinah pada 26 April 2026 setelah mengalami sesak napas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya para jemaah di Tanah Suci,” kata Anam dalam keterangannya yang dikutip, Senin (11/5/2026).
Menurut Anam, sebagian besar jemaah yang meninggal memiliki riwayat penyakit penyerta seperti jantung, diabetes, dan hipertensi. Keluhan yang paling banyak muncul adalah sesak napas.
“Rata-rata karena gangguan jantung. Ada yang awalnya sesak napas, kemudian kondisinya menurun sangat cepat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, suhu udara di Madinah saat ini mencapai 37-38 derajat celsius, sedangkan di Makkah menembus 40 derajat celsius. Kondisi tersebut dinilai cukup berat, terutama bagi jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki komorbid.
“Kalau kondisi fisik jemaah tidak fit, cuaca panas otomatis sangat memengaruhi kesehatan,” katanya.
Selain faktor cuaca, Anam menyebut jet lag dan kondisi psikologis juga memengaruhi daya tahan tubuh jemaah. Perbedaan waktu dan proses adaptasi dengan lingkungan baru membuat sebagian jemaah mengalami kelelahan.
Menurut dia, jemaah yang baru tiba di Arab Saudi membutuhkan waktu untuk beradaptasi, terlebih setelah berpindah dari Madinah ke Makkah dengan kondisi cuaca yang lebih panas.
“Faktor psikologis juga berpengaruh. Ada jemaah yang belum sepenuhnya beradaptasi dengan kondisi di sana,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, PPIH Embarkasi Surabaya terus melakukan pemantauan kesehatan dan pendampingan psikologis kepada jemaah. Petugas kesehatan diminta aktif memantau kondisi fisik maupun mental para calon haji selama menjalani rangkaian ibadah.
Seluruh jemaah yang meninggal dunia akan dimakamkan di Arab Saudi sesuai prosedur yang berlaku di Tanah Suci.(BS/za)









